Jabodetabek Medan Perang Kasus Omicron

Seide.id. Pemerintah Indonesia telah membuat keputusan untuk  memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali. Pemberlakukan PPKM ini  untuk melawan varian Omicron yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat kasus konfirmasi Covid-19 naik 772 pada hari ini, Senin (17/1) sehingga total kasus positif kini menjadi 4.272.421 kasus. Meskipun sedikit menurun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, angka kasus terkonfirnasi harian ini jauh meningkat dibandingkan sebelum varian Omicron merebak. Satgas mencatat adanya kenaikan kasus harian  dalam sepekan terakhir yaitu 10-17 Januari 2022.  Total kasus terkonfirmasi harian mencapai 6.176 kasus dengan penambahan tertinggi harian pada 15 Januari yakni 1.054 kasus.

Berdasarkan perkembangan inilah yang membuat Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri secara resmi menetapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali untuk periode 18-24 Januari 2022. Perpanjangan PPKM ditegaskan melalui Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Dilansir dari salinan Inmendagri tersebut pada Selasa (18/1/2022), ada satu kabupaten/kota yang bersatus level 3, yakni Kabupaten Pamekasan di Jawa Timur.

Seperti diketahui penyebaran Omicron yang sangat cepat harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan 5M. “Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan testing dan tracing dimana upaya whole genome sequencing juga ditingkatkan,” kata Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Kemenkes.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa wilayah di Jawa dan Bali, khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten berpotensi menjadi klaster Omicron jika tidak waspada. “Kami memprediksi bahwa peningkatan kasus di tingkat provinsi berpotensi akan naik lebih tinggi di provinsi DKI Jakarta jika kita semua tidak hati-hati,” kata Luhut dalam konferensi pers, Minggu (16/1/2022).  Luhut B Panjaitan menegaskan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level tetap diberlakukan dan akan dievaluasi setiap minggunya.

PPKM untuk wilayah Jawa dan Bali dilanjutkan hingga 24 Januari 2022. PPKM di luar wilayah Jawa dan Bali akan dilanjutkan hingga 31 Januari mendatang atau dimulai pada 18-31 Januari 2022.

Saat ini jumlah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 1 meningkat dari 227 menjadi 238 wilayah, Level 2 dari 148 menjadi 138 wilayah, Level 3 dari 11 menjadi 10 wilayah, serta tidak ada kabupaten/kota yang menerapkan Level 4.

Pemerintah membuat prediksi puncak kasus akibat varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang.

 “Berkaca dari kasus Omicron di Afrika Selatan, puncak gelombang akan terjadi pada pertengahan Februari atau Maret 2022,” ujar Luhut. Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merinci mayoritas kenaikan kasus Omicron di dunia terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat dan singkat, berkisar antara 35 hingga 65 hari.

Wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek diperkirakan menjadi daerah pertama yang akan mengalami lonjakan kasus. Menkes mengatakan Jakarta akan menjadi medan perang pertama untuk melawan varian Omicron. Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek.

Luhut B Panjaitan menjelaskan sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan. Sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta. “Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron. Tingkat vaksinasi sudah lebih tinggi, kapasitas testing dan tracing kita juga jauh lebih tinggi,” ungkapnya.