Penulis Simply da Flores (Harmony Institute)
Saudaraku pernapasan
Terima kasihku kepadamu atas jasamu
Rutin aktivitas dan peranmu
mengirup dan melepas udara
mengambil oksigen bagi tubuh
melepaskan kembali karbondioksida
sehingga kebutuhan hidupku terjamin
Hidung tenggorokan dan paru-paru
bekerja siang malam
tanpa kenal lelah
karena kalian berhenti
maka aku pun mati.
Saudaraku pernapasan
karena ajaib misterimu
engkau jadikan aku satu
Satu dengan semua manusia
Satu dengan alam ini
Satu dengan Sang Pencipta
Satu udara keanekaan ciptaan
Sehingga aku harus sadari
hidupku sangat mutlak tergantung
kepada sesama manusia
kepada alam lingkungan
kepada para leluhur pendahulu
kepada Sang Pencipta.
Aku harus berterima kasih
Aku harus rendah hati
Aku harus tahu menghargai
Aku harus bisa berbagi
Aku harus jadi berkat
Aku berjuang ciptakan harmoni
Aku harus membawa damai
Itulah panggilan kodrati insani
Itulah hakekat makna sejati
Amanah semua insan di Bumi.
Wahai pernapasanku
dengan kesadaran ini
Aku mau berjanji
melakukan revolusi setiap hari
Berterima kasih atas napas ini
Berterima kasih atas udara
Berterima kasih atas alam lingkungan
Berterima kasih kepada sesama
Berterima kasih atas kesadaran
Bersyukur kepada Sang Pencipta
bahwa aku diberi napas
bahwa aku bisa berterima kasih atas semuanya
Semoga sepanjang napas
aku mampu berterima kasih dan bersyukur
Sehingga saat napas berhenti
kusertai kematian ragaku
dengan ucapan terima kasih
Dan kusambut Sang Ajal dengan membawa syukur terima kasih
menghadap Sang Pencipta.




