Kolaborasi Charly Van Houten dan Nevertalle Lahirkan Electronic Dance Melayu

Charly Navertalle01


Tak mengubah cengkok Melayunya, vokalis grup ST 12 dan Setia ini kolaborasi, isi mengisi dengan dua DJ dari GenZ. Melahirkan single
Rembulan. Berharap jadi genre baru.

Seide.id. – Tak terasa, sudah 20 tahun Charly Van Houten berkiprah di industri musik. Pengamen jalanan asal Cirebon yang melesat lewat ST 12 menjadi fenomenal, karena menghadirkan nada Melayu dalam kancah musik pop, yang selama ini identik dengan pop Malaysia dan penyanyi asal Sumatra. 

Nuansa Melayu itu menjadi identitas, karekter dan dipertahan olehnya. Juga saat berkolaborasi dengan artis artis generasi Z kini.  

Kali ini, di bawah bendera Nagaswara  Charly Van Houten berkolaborasi dengan dua musisi elektrik asal bandung, Neverrtale menyatu dan melahirkan single berjudul Rembulan

Lewat single ini Charly, menjawab tantangan dua DJ muda/ Rizal dan Ritchie yang tergabung dalam Neverrtale untuk bermusik bareng.

Rembulan merupakan single ciptaan Rizal itu dalam balutan musik mutakhir yang dipadu dengan cengkok khas pop Melayu ala Charly Van Houten.

“Kami mengimbangi pop Jawa Timuran yang sekarang merajai musik pop digital, ” kata Rahayu Kertawiguna, produser label dan CEO Nagaswara. 

Duo DJ Neverrtale (artinya “belum pernah terceritakan”) dan Charly Van Houten, vokalis ST12 dan Setia yag kondang dengan lagu pop cengok melayunya.

Neverrtale (artinya “belum pernah terceritakan”) dan Charly Van Houten menjadi gerbang lintas batas sebagai warna dan genre baru Electronic Dance Melayu (EDM)

Bagi Charly Van Houten, 42,  kolaborasi dengan Neverrtale menjadi sebuah pembuktian bahwa warna musik yang ia tekuni selama ini cair mengalir dan bisa merembes ke genre musik mana pun.

Dua Neverrtale yaitu Rizal Siddiq Al Tahiri (Rizal) dan Ritchie Rivaldy mengawali karir musik mereka di dunia YouTube sejak tahun 2018 yang lalu. Mereka menggarap aransemen musik modern untuk cover sejumlah lagu-lagu populer.

Tahun 2020 duo DJ asal Bandung Jawa Barat itu sudah merilis single Bintang Kecewa yang kini video musiknya di YouTube sudah dilihat hampir 2 juta kali. Karya-karya baru dan beragam kolaborasi tentu saja akan terus mereka sajikan ke depan. – dms

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.