MA Peringan Hukuman Putri Candrawathi dan Lainnya

Seide.id – Hukuman Putri Candrawathi, diperingan10 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebelum kasasi ke MA, Putri Candrawathi, istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, tapi bandingnya ditolak.

Ada pun banding diajukan karena ia keberatan terhadap putusan 20 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Putusan itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI.

Kepala Biro (Kabiro) Hukum dan Humas MA Sobandi mengatakan, kasasi perkara Putri diadili Hakim Agung Suhadi serta empat anggotanya yakni, Suharto, Jupriyadi, Desnayeti, dan Yohanes Priyana.

“Amar putusan kasasi, tolak kasasi penuntut umum dan terdakwa dengan perbaikan pidana menjadi pidana penjara 10 tahun,” kata Sobandi saat ditemui awak media di gedung MA, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2023).

Perkara Putri teregister dengan nomor 816 K/Pid/2023 dengan klasifikasi pembunuhan berencana.

Kasasi Lainnya

Selain Putri, MA juga menggelar kasasi perkara tiga terdakwa lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka yakni; Ferdy Sambo, mantan ajudan Sambo Ricky Rizal, dan mantan pembantu rumah tangganya, Kuat Ma’ruf.

Dalam kesempatan yang sama tersebut MA mengumumkan bahwa vonis mati mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo dikurangi menjadi pidana penjara seumur hidup.

Sobandi mengatakan, putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Agung Suhadi serta empat anggotanya yakni, Suharto, Jupriyadi, Desnayeti, dan Yohanes Priyana.

“Amar putusan kasasi, tolak kasasi penuntut umum dan terdakwa dengan perbaikan kualifikasi tindak pidana dan pidana yang dijatuhkan menjadi melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama dan tanpa hak melakukan tindakan yang berakibat sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya yang dilakukan secara bersama-sama, penjara seumur hidup,” tegasnya.

Sebelum dan Sesudah Kasasi

Pada persidangan sebelumnya, Sambo dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua atau J.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menilai, Sambo terbukti melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Eks Kadiv Propam itu juga terlibat obstruction of justice atau perintangan penyidikan terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J.

Tak terima divonis mati, mantan polisi berpangkat inspektur jenderal (Irjen) ini mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. Namun PT DKI turut memperkuat putusan yang telah dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN. Ferdy Sambo kemudian mengajukan upaya hukum lebih tinggi, ke MA.

Sementara Ricky Rizal yang sebelumnya divonis 13 tahun, diperingan jadi 8 tahun penjara.

Kuat Ma’ruf yang sebelumnya mendapat hukuman 15 tahun penjara, menjadi 10 tahun penjara.

Selain empat terdakwa di atas, masih ada satu terdakwa lainnya yakni Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Richard tak mengajukan banding sejak tingkat pertama karena hanya divonis 1 tahun 6 bulan penjara.

Richard mendapat hukuman paling ringan karena dianggap sebagai orang yang mengungkap keterlibatan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan tersebut.

Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 8 Juli 2022.
(ricke senduk)

MA Ringankan Hukuman Ferdy Sambo Jadi Seumur Hidup

Avatar photo

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan