Seide.id – Untuk berolahraga, tubuh harus memiliki cukup energi untuk dibakar. Oleh karena itu, sebelum berolahraga, pastikan kita tidak lupa makan.
Sebaliknya, jangan sampai pula kita berolahraga dengan perut penuh alias kelewat kenyang, karena akan membuat kita tak nyaman.
Kapan waktu yang tepat untuk kita makan dan apa saja yang harus kita konsumsi?
Glukosa Vs lemak
Glukosa merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan dalam beraktivitas. Untuk mendapatkan kecukupan glukosa, sebelum berolahraga sebaiknya konsumsilah makanan yang mudah dicerna dan banyak mengandung karbohidrat.
Intinya, makanlah makanan ringan yang tinggi karbohidrat dua-tiga jam sebelum mulai berolahraga. Buah-buahan yang kaya akan kandungan karbohidrat, pisang dan apel, contohnya.
Yang penting untuk diingat, selalu makanlah secukupnya. Jangan pernah berlebih. Kekenyangan, selain membuat tubuh malas bergerak juga menimbulkan perasaan penuh yang sangat tak nyaman. Bahkan, bisa menyebabkan kram perut dan memperbesar kemungkinan mual dan muntah selagi berolahraga.
Di lain pihak, makanan yang sebaiknya dihindari sebelum berolahraga adalah makanan yang banyak mengandung lemak.
Mengapa? Karena lemak butuh waktu lama untuk dicerna. Lemak juga menetap di lambung dalam jangka waktu lama.
Selain itu, lemak menarik darah ke lambung untuk membantu pencernaan, yang berpotensi menyebabkan kram perut, kejang, dan ketidaknyamanan lainnya.
Makanan lain yang sebaiknya juga dihindari adalah daging, gorengan, kue-kue yang terlalu manis, dan permen.
Waktu makan dan jenis makanan yang dianjurkan
* Empat jam sebelum berolahraga boleh makan nasi dengan lauk-pauk, atau kentang, atau sereal rendah lemak, ditambah buah segar atau jus buah/sayuran
* Dua-tiga jam sebelum berolahraga konsumsilah makanan yang lebih ringan, antara laim roti, buah, yogurt, atau energy drink berkarbohidrat tinggi.
* Satu jam sebelum berolahraga, pilihlah sport drink atau buah-buahan yang banyak mengandung air atau jus buah dan sayuran.
Minuman pada fase ini lebih bertujuan untuk mencukupi kebutuhan akan cairan. Perhatikan jumlahnya agar jangan berlebihan, karena akan membuat tubuh lebih berat dan meningkatkan frekuensi buang air kecil yang justru terasa merepotkan. (Puspayanti)






