Memaknai Salam Perpisahan Si Kecil

Seide.id – Kalimat yang diucapkan si kecil saat kita meninggalkannya ternyata menyiratkan makna tertentu yang bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

“Ayah boleh pergi sekarang deh.”

Ini berarti si kecil punya gambaran mental yang kuat, hingga ia bisa melewati perpisahan tanpa disertai air mata dan “tradisi” ngambek yang menjengkelkan.

Ia pun mampu membawa perasaan positif ini dalam aktivitasnya sepanjang hari meski sosok yang amat dekat dengannya tak ada di sampingnya secara fisik.

Sayangnya, banyak orangtua yang bingung kala anak merespons kepergiannya dengan berkata seperti itu. Dianggapnya, anak tak merasa kehilangan dirinya. Malah ada yang mengangga dirinya sebagai ayah/ibu yang gagal membangun ikatan batin yang kuat dengan buah hatinya.

Hingga bisa ditebak jika ayah/ibu buru-buru kembali masuk rumah hanya untuk menghujani si kecil dengan ciuman. Padahal anaknya mungkin sudah sedemikian asyik dengan mainannya.

Jadi, jangan malah memberatkan langkah untuk meninggalkannya. Bisa-bisa si kecil malah jadi rewel dan enggan berpisah. Jangan salah, ia bisa lho “membaca” keragu-raguan Anda saat hendak meninggalkannya.

“Sanaaaaa… Mama cepetan berangkat!”

Jika si kecil berkata demikian, jangan merasa diusir lho! Pesan semacam ini justru menggambarkan betapa berat perasaannya untuk berpisah. Dalam dirinya ada semacam konflik.

Di satu sisi ia tak ingin berpisah dengan mamanya. Sementara di sisi lain ia tak ingin dianggap sebagai anak kecil hanya gara-gara rewel atau menangis saat ditinggal.

Coba deh perhatikan. Bukankah sangat mengucapkan kalimat tersebut ia sebenarnya tengan berusaha menyimpan kesedihan/kegundahannya dengan memain-mainkan sendok dan piring berisi sarapannya.

Atau memeluk erat boneka kesayangannya. Bahkan cuma nempel pada eyang/pengasuhnya. Namun, situasi ini juga jangan lantas membuat Anda berlama-lama di rumah. Mengapa? Karena hanya akan memperburuk situasi.

Lebih baik, segera ucapkan salam perpisahan lalu bergegas berangkat. Nanti sepulang kantor atau sekembali dari bepergian, pujilah sikapnya yang “gagah berani” dan kesungguhannya mencoba mengatasi konflik batinnya.

“Mama jangan pergi dong.”

Kalimat ini jelas sekali maknanya, si kecil tak ingin kita meninggalkannya. Dalam kondisi seperti ini, meski betapa mepetnya alokasi waktu kita, tinggallah barang sejenak untuk menenangkannya. Paling tidak untuk menghapus air matanya dan meredakan kegundahan hatinya.

Jikapun tak terucapkan, “ungkapan” hati semacam ini bisa saja tercetus lewat perilakunya yang mengundang emosi. Contohnya, bertingkah menyebalkan saat diminta mengenakan pakaian, menghambur-hamburkan makanan, atau malah sengaja merusak mainannya. Mohon dimengerti, si kecil sedang membutuhkan pelukan hangat dari Anda untuk menentramkan hatinya. (Puspayanti)

About Gunawan Wibisono

Dahulu di majalah Remaja Hai. Salah satu pendiri tab. Monitor, maj. Senang, maj. Angkasa, tab. Bintang Indonesia, tab. Fantasi. Penulis rutin PD2 di Facebook. Tinggal di Bogor.