Foto : Cattalin/Pixabay
Setiap waktu memiliki perbedaan makna bagi setiap pribadi, tergantung cara berpikir dan menggunakannya. Sedangkan pada hakekatnya, waktu adalah anugerah dan tanda kehadiran Sang Pemilik Semesta.
Bulan Sepetember dalam kalender pun memiliki banyak cerita, kesan dan pengalaman bagi setiap orang. Memasuki bulan September 2022, saya tertarik menuliskan sajak tentang harapan dan fakta yang akan terjadi, dalam sebuah sajak:
Lorong Misteri September
September nama bulan ini
silih berganti pergi datang
Warna warni kisah terlukis
jejak-jejak tapak terpatri
tanya dan jawaban terjadi
Nada irama lagu bersenandung
Antara ada dan tiada
Antara siang dan malam
Antara lembar hari-hari
Raga bumi diayun semesta
Wajah bumi dilukis cahaya
oleh pikiran setiap pribadi
oleh rindu damba insani
lewati fakta mengejar mimpi
menyusuri lorong misteri
Hari ini
antara kemarin dan esok
Langkah rasa di lorong misteri
Jemari menyibak kabut harapan
Sorot mata amati panorama
Telinga dengarkan suara alam
Nafas menelisik aroma dinamika
Lidah mencecap bising dan hening waktu
pada butiran pasir pantai
pada binal debu tanah
pada tajam onak duri
pada aneka kembang indah
pada tengik bau sampah
pada air mata semesta
pada gerak roda zaman
pada kreasi selera insan
pada buah tangan manusia
Dengan tanya nalar pikiran
dan damba jiwa sanubari
akan yang ada dan terjadi
September pergi dan datang
nama untuk halaman waktu
buatan tanya damba manusia
akan semua yang ada
tentang apa yang terjadi
dilalui jejak langkah nafas
dalam jalan sejarah peradaban
merajut tanya dan damba
oleh setiap pribadi insan
dengan hitam putih kata
dengan pelangi arti makna
dengan ombak samudera paradoks
menghempas takdir pasir pantai
sosok butiran ketakberdayaan
dalam garis ajaib semesta
Suka dan duka manusia
paduan jiwa raga misteri
lukisan Sang Maha Misteri
tarian Sang Penari Ilahi
Menyusuri lorong waktu September
Menghitung belantara rambut kepala
Ikuti lekak lekuk raga
amati kulit telapak kaki
Rasakan irama detak jantung
dan hembusan
desah nafas
Pikiran tersenyum kagum bingung
mengurai tanya dan jawaban
melerai yang ada terjadi
memilah dinamika waran warni
memilih debu pasir berlian
meraih cahaya dalam gulita
membedakan bayangan dan fakta
membendung banjir dan ombak
Dengan butiran pasir pantai
Dengan tenaga jemari keterbatasan
Dengan keharusan rajut keputusan
demi aneka fakta kebutuhan
meski tidak selalu digapai
pada waktu yang berpacu
dalam irama misteri perubahan
dan menarik semua realitas
yang ada di alam semesta
yang ada pada manusia
syair tanya makna misteri
Abadi lestari tak bertepi





