Mengagumi Kesahajaan Seorang Tokoh Dunia – Menulis Kehidupan 392

Foto : Kancelaria Prezydenta RP /commons.wikimedia.org

Seorang tokoh pemimpin Gereja Katholik, Paus Benediktus XVI, menghembuskan nafas terkahir pada 31 Desember 2022, akhir kalender masehi. Beliau sebagai pemimpin gereja, juga seorang teolog ternama, ternyata memberikan kesaksian hidup sederhana dan penuh sahaja, dalam ketekunan doa pribadinya. Yang ditampilkan bukan kecerdasan pikirannya yang brilian dalam filsafat dan teologi, atau kebesarannya sebagai pemimpin dunia gereja Katholik.

Mendengar berita kematiannya, mengikuti berbagai kesaksian yang dipublikasi media, saya kagum dan hormat atas kesahajaan pribadi dan ketekunan doanya. Beliau mempersiapkan kematiaaannya swbagai sebuah perayaan dan kesempatan istimewa untuk mengalami keagungan Kasih Sayang Sang Pencipta Maha Cinta. Maka, sebagai ungkapan terimakasih atas jasa pengabdiannya dan kagum pada kesahajaan imannya, saya tukis sajak;

Akhir dan Awal Ziarah Iman – Paus Benediktus XVI

Pada mulanya terjadi
Sabda menjelma jiwa raga
dalam bayi Josef Rayzinger
di rahim tanah Jerman
Tumpah darah tempat lahirmu
Lalu
Engkau menjadi seorang Imam
dipercayakan tugas sebagai Uskup
dipilih menjadi seorang kardinal
dikenal sebagai seorang teolog
Akhirnya berbakti bagi gereja
Paus Benediktus XVI
“Sang abdi iman sejati
Sang Pengawal dogma Gereja
Sang Pendoa setia sahaja”

Pada sorot matamu bening
bersinar terang kesahajaan iman
Pada aura wajahmu tenang
terpantul keteguhan prinsip iman
terukir kecemerlangan nalarmu
terpatri keteguhan prinsip jiwamu
Credo ut Inteligam
Saya percaya maka saya berpikir
Ut Omnes Unum Sint
Supaya mereka semua bersatu adanya”

“Kardinal Josef Ratzinger
Dominus te cum
et benediktus Inteligam tuus

Rahmat Allah bagi manusia
dipersembahkan melalui diri pribadimu
dalam kesahajaan ziarah imanmu
dalam buah karya pikiranmu
dengan doa cinta setia
pada seluruh jalan panggilanmu
Sejarah kehidupan pribadimu
sekarang telah purna di bumi
tepat di akhir tahun 2022

Paus Benediktus XVI
Beristirahatlah jiwamu dalam damai
sebuah awal misteri iman
menyongsong kehidupan Ilahi sorga
dalam cahaya abadi cinta
“Gloria in Exelcis Deo
Layak engkau terima mahkotanya
karena ziarah abdi imanmu
digerakkan enegi doa setiamu
Ad Majorem Dei Glorial
Segalanya demi Kemuliaan Allah”

Terimakasih teladan imanmu
Terimakasih pelayanan kasihmu
Terimakasih karya amalmu
Terimakasih warisan brilian pikiranmu
Terimakasih catatan sejarah kesaksianmu
Terimakasih mantra doa sahajamu
“Terimalah mahkota perjuangan iman
Masuklah dalam jawaban sempurna
Seluruh damba cinta jiwa
Semua rindu kasih iman
Requiescat in Pacem

Sejarah mencatat fakta
ajaib jejak ziarah imanmu
sejak lahir hingga kematianmu
Melewati suka duka kehidupan
dengan kisah perjuangan iman
dengan karya bhakti iman
dengan iman harapan kasih
dengan aneka tugas gerejawi
dengan deretan buah pikiran
dengan bermacam tulisan teologi
“Sang abdi iman sejati
dengan semua karya bhakti
dalam doa setia sahaja
Ad Maiorem Dei Gloriam
Segalanya demi Kemuliaan Allah”

Paus Benediktus XVI
sudah selesai ziarah imanmu
mengakhir nafas menutup tahun
angka akhir kalender Masehi
Dan
engkau masuk kehidupan abadi
pada tahun baru misteri
Sebuah kejadian iman istimewa
Berkat Penyelenggaraan Ilahi
bagi gereja dan dunia
fakta ajaib Misteri Cinta
Rencana Allah bagi manusia
“Berbagilah dalam kerahiman Allah
Jadilah pendoa bagi kami
yang masih berziarah di bumi
Ende gut alles gut
Akhir baik semua baik”

Mengagumi Keajaiban Bahari – Menulis Kehidupan 341