Bursa FTX Dituduh Membayar 645 M Untuk Menjatuhkan Bursa Binance 

Bursa FTX Dituduh Membayar 645 M Untuk Menjatuhkan Bursa Binance

Dua anak muda yang memiliki perusahaan kripto, CZ ( Binance) dan Sam ( FTX), sejak awal dikenal cerdas, berani dan nekad. Diam-diam mereka bersaing untuk saling menjatuhkan. FTX jatuh antara lain banyak dugaan bahwa CZ berperan. Kini, ketika FTX sudah bangkrut, CZ justru menuduh FTX membeayai sejumlah dana besar untuk menjatuhkan Binance melalui berita negatif yang dibuat media kripto tertentu. .

Berita, di tengah era media sosial, sulit menemukan muara aslinya, apakah sebuah berita benar atau salah. Kesalahan berulang-ulang, terius-menerus bisa dianggap benar. Terjadi di banyak kasus. Termasuk tuduhan pihak Binance ke FTX yang sudah bangkrut.

Bos Binance, CZ menuduh FTX telah membayar sebesar US$43 juta atau Rp 645 miliar kepada kelompok media untuk secara rutin membuat berita untuk melakukan black campaign kepada Binance melalui sistem FUD. FUD adalah FUD ( Fear, Uncertainty, and Doubt.) adalah istilahuntuk membuat panik pasar dengan menyebarkan hal-hal berakibat ketakutan, ketidakpastian, dan keragu-raguan. FUD adalah sentimen negatif yang muncul di benak pelaku pasar.

  CEO Binance Changpeng Zhaao (CZ) menyebutkan dengan angka pasti bahwa sebanyak $43 juta itu kepada media kripto untuk menjatuhkan lawan kuatnya, yakni Binanace.

Disebutkan, para pedagang dengan membuat aksi trader di posisi short berusaha untuk menghasilkan berita negatif agar hasil nilai kripto berpihak pada pedagang dan membuat Binance rugil. 

Meski tidak memebrikan data kerugian yang diderita, CZ mengaku selalu memperhatikan berita negatif yang selalu tertuju ke Binance yang kesemua itu dibeayai oleh FTX. Namun ia percaya, investor memiliki perhitungan tersendiri dalam mengambil keputusan. “ Orang sekarang sudah pintar. Tak hanya baca berita saja, tapi juga isinya,” ujarnya.

Diberondong pertanyaan dalam sebuah pertemuan soal AI, CZ menegaskan bahwa Binance menggunakan teknologi AI di banyak bagian bisnisnya.  Sebuah sumber menyebut, Biancne, dalam bisnisnya, menggunakan sekitar 75% pekerjaan yang ditangani AI. Antara lain mengenai manajemen risiko, pemantauan transaksi, deteksi penipuan, dan deteksi manipulasi pasar.

  CZ percaya akan ada implementasi lebih lanjut dari teknologi AI dalam ruang blockchain sehubungan dengan pentingnya analisa data dan mendeteksi perubahan kritis terhadap risiko.

Sumber CryptoSlate

CEO Binance Dicurigai Melakukan Pencucian Uang

CryptoNews: CEO FTX Sering ke Gedung Putih Setor Dana

Simbol Agama Simbol Negara

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.