Setiap saat ada keindahan dalam diri kita, sesama dan alam semesta. Jika kita memiliki mata rasa dan nurani positif, ada pikiran dan jiwa indah.
Keindahan untuk disyukuri dan menjadi energi kehidupan untuk dimaknai serta menghasilkan amalk karya. Ada bahasa alam, bahkan ada penghayatan bahwa alam ini pun punya pribadi, saudara kita, Ibu Bapa dari manusia.
Teringat pesona senja saat berkunjung di pantai Parangtritis, maka kutuliskan sajak: Senja di Pantai Parangtritis
Laksana seorang Pangeran
dengan pesona gagah perkasa
Langkah mentari senja
perlahan menghampiri istana lautan
Diiringi tabuhan gelombang
bergema sepanjang pantai
mengalun gending alam raya
ribuan laskar berbaris rapih
jutaan kawulo berdiri
kagum hening sunyi
Para dayang-dayang ayu
jadi pagar pesona biru
mendampingi Ratu Samudera
yang siap menyambut pangeran
untuk ritual asmara jagat
di istana agung lautan
demi lahirnya harmoni semesta
Senja gagah perkasa
Pancarkan warna-warni makna
disambut Ratu Samudera
dalam nuansa misteri biru
menyatu di batas pandang
Lalu
tirai gulita malam menutup
Hanya cahaya purnama
kumandangkan kidung misteri
diiringi musik bintang berseri
Berpadu dengan tabuhan gelombang
bunyikan gending alam raya
Senja di pantai Parangtritis
menyimpan misteri semesta
Patrikan tradisi adat budaya
tentang sakralnya makna hakekat
setiap pribadi manusia
setiap unsur alam semesta
di hadapan Sang Pencipta
Yang mempesona jiwa
Yang menggentarkan rasa
Yang pancarkan sinar cinta-Nya
dalam tiap lembar waktu
Yang alirkan kasih sayangNya
dalam tiap helai udara
bagi semua anak manusia
Simply da Flores Harmony Institute






