Foto : Freepik
Penulis : Jlitheng.
Sore , 9 Juli 2022, jam 18.30 – 19.45, kembali saya mengikuti acara GOKIL , Go Kitab Suci Lingkungan, yang diprakarsai oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci Sanberna. Judulnya : Menjadi Seperti Orang Samaria Yang Baik Hati.
Awalnya saya agak sulit untuk mencerna makna tema itu, tetapi saya tidak protes, saya rubah thema untuk diri sendiri menjadi seperti ini : Menjadi Orang Baik Seperti Orang Samaria Yang Baik Hati.
Apa beda orang Samaria ini dengan orang baik yang lain?
Orang Samaria yang baik ini memperlakukan orang yg ditolong dengan perhatian dan rasa hormat. Dia tidak membuat syarat yang harus lebih dulu dipenuhi orang yang dirampok itu sebelum ditolong, misalnya harus sopan santun, tidak mencurigakan, tidak ngapusi, tempatnya harus tidak dipinggir jalan atau tidak didekat lampu merah._
Orang Samaria yang baik itu tidak memilih orang yg akan dibantu, maka dia tdk bertanya, orang itu siapa suku apa, baik atau tidak. Dia menolong korban yg dipinggir jalan mengatasi masalahnya pada saat itu dengan penuh empati dan tanpa prasangka.
Orang Samaria itu seolah ingin mengatakan, kalau mau menjadi orang baik ya harus berbuat baik, ajeg, kapan saja, dimana saja. Tak ada cara lain Tidak ada orang baik tanpa berbuat baik.
Mungkinkah itu kita lakukan. Jawabnya mungkin, walau tidak sempurna.
Ada buktinya? Di Sanberna ini, selama 30 tahun saya tinggal, ada begitu banyak saya jumpai orang baik. Yang sebaya dengan saya, sebagian masih hidup, terus berkarya baik bagi sesama dan gereja, sampai sekarang Yang muda juga banyak sekali bermunculan, bahkan ketika pindah dari Sanberna ditempat baru mulai lagi menjadi orang baik bagi sesama.
Salam sehat dan tetap berbagi cahaya.
Niat Disertai Keringat – Catatan halaman 128






