Foto : Elisa/Pixabay
Setiap pribadi kita manusia, berasal dari sesama – orangtua kita, hidup bersama sesama yang lain, terlahir untuk orang lain. Pribadi kitaemang berbeda kemampuan dan karakter, namun perbedaan adalah berkat dan kekuatan untuk menjadi sesama saudara, membangun kehidupan harmonis, dalam relasi saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Perjumpaan antaar sesama manusia adalah fakta kodrati. Tidak ada seorang hidup sendiri di suatu pula, karena jatuh dari langit, dan todak membutuhkan sesama.manusoa lain. Ada ungkapan, “no man is an island”. Setiap pribadi adalah saudara dan sahabat bagi sesamanya, homo homini socius. Maka, saya coba menuangkan renungan itu dalam sajak:
Perjumpaan Kodrati Manusia
Tidak selalu kita berjumpa
harus dengan bertemu wajah
dan berssnda gurau cerita
atau berbagi duka lara
atau mengurai kusut problematika
atau meramu langkah raih cita
Karena jarak memisahkan kita
tangan tak mampu bersalaman
wajah tak bisa bersua
Maka
sarana komunikasi bisa digunakan
untuk semua keperluan kita
Entah hanya tulisan kata
Entah hanya pesan suara
Entah dengan saling memandang
lalu berjumpa berbagi cerita
Hebatnya misteri alam ssmesta
Agungnya berkah Sang Ilahi
mengilhami manusia ciptakan iptek
menemukan sarana komunikasi digital
Mujizat zaman Milenial ini
Kita berjumpa di dunia Maya
bahkan mau jadi data
agar hidup abadi selamanya
Aku ingin jumpai kalian
dalam kata tanpa suara
dalam rindu tanpa wajah
dalam damba tanpa iptek
Setiap hari
kepulan hasrat hati membubung
uap damba jiwa menebar
Membaur dalam senyum jagat
menyatu di sayap-sayap angin
Kuharapkan kalimat doa sahajaku
menjabat erat hati nuranimu
Ceria berjumpa sanubari jiwamu
“Aku ada karena kita ada
Kita sesama saudara alam
Kita wujud perjumpaan Ilahi
Bersemi di atas bumi
tanpa henti, lestari abadi
merangkul keajaiban waktu semesta
mengisi misteri ruang jagat
Meski tidak semua dimengerti”






