Menyadari Hidupku dalam Ruang dan Waktu – Menulis Kehidupan 245

Foto : Orland/Pixabay

Terlahir ke dunia, tak seorang pun meminta atau mengusulkan diri, tetapi terjadi dan ada. Kehidupan pribadi diterima tanpa kompromi, lalu ada dan terjadi dalam ruang dan waktu. Dengan fakta kodrati – alamiah itu, setiap pribadi berubah, bertumbuh dan berkembang dengan aneka pengalaman.

Dari waktu ke waktu, umur bertambah, ada perubahan fisik, emosi, pengetahuan, ketrampilan, nilai dan prinsip. Setiap saat harus memutuskan dan melakukannya, entah yang rutin dan insidental, maupun yang prinsip dan berkelanjutan. Dari refleksi itulah, saya tuliskan sajak:

Aku, Ruang dan Waktu

Aku…
diri pribadiku
adalah aku apa adanya
dengan segala yang ada
dalam seluruh jiwa raga
Anugerah Sang Pencipta ku
tak ada duanya
tak tergantikan siapa
tak pernah terulang rupa
dalam rentang waktu
dalam garis sejarah
dalam misteri bertuah

Ruangku…
ini pikiranku dan batinku
ini jiwa ragaku
ini adaku menjadi
di antara ruang sesama
di tengah alam semesta
di tangan Sang Pencipta
ada, menjadi, berubah
oleh energi misteri

Waktuku…
Sepanjang nafas berdesah
Selama jantung berdebar
Aku ada dan menjadi
mengikuti gerak energi
menjadi dalam misteri
Kemarin sampai kini
entah sampai esok nanti
Aku sedang menjadi
mengikuti energi misteri
dalam sejarah insani
sejalan dengan gerak langkah
dan gelora pikiranku
arus hati sanubariku
bentangan samudera jiwaku….

Aku, ruangku, waktuku
Sedang mengubah adaku
agar terus menjadi baru
Semoga bisa memberi
Semoga dapat berbagi
menjadi penyalur berkat Ilahi
bagi sesama saudara insani
di tengah ruang alam ini