Mitos Mie Instan

Seide.id -Yang dipertimbangkan tidak mengomsumsi mie instan bukan sebab berakibat mag, dan tinggi lemak sebagaimana ditulis dalam posting yang dipublikasi di bawah ini, melainkan sebab kemungkinan adanya pengawet yang dipakai, yang tidak semuanya menyehatkan.

Pengawet tertiary-butyl-hidroquinon (TBHQ), misalnya, jenis pengawet murah yang bisa ditemukan dalam beberapa merk mie instan, termasuk ramen. Atau kemungkinan tercemar pengawet ethylene oxyde, selain kemungkinan adanya residu timbal.

Pengawet tidak menyehatkan yang biasa dipakai dalam mie instan tertentu, bukan cuma mengganggu kesehatan, khususnya untuk pengawet ethylene oxide yang biasanya dipakai untuk sterilisasi, uapnya bisa mencetuskan kanker, atau bila residunya menyisa dalam makanan yang dikonsumsi untuk waktu lama.

Belum lama ini ada merk mie instan kita -juga dari Filipina dan Jepang- yang ditolak di Taiwan karena ditemukan ada pengawet yang tidak menyehatkan. Beberapa negara berbeda-beda sikap terhadap adanya pengawet yang tidak menyehatkan, mulai dari tidak mentoleransi adanya pengawet tersebut, sampai membolehkan asal tidak melebihi batas maksimal yang diperkenankan.

Sebagai konsumen kita tidak tahu apakah mie instan yang kita konsumsi mengandung pengawet yang tidak menyehatkan, kita mengandalkan pada jaminan yang diterbitkan oleh BPOM kita. Maka perhatikan apakah mie instan yang kita konsumsi terdaftar dan mendapat izin BPOM kita.

Hati-hati agar bijak memilih yang kita makan, oleh karena nasib kesehatan kita banyak ditentukan oleh yang kita makan. Banyak masalah kesehatan yang muncul karena yang kita makan salah.

Salam hati-hati memilih makanan kita,
Dr HANDRAWAN NADESUL

Perlukah Suntik Putih Agar Tampil Cantik?

handrawan nadesul

About Dr Handrawan Nadesul