Napak Tilas untuk Hidup Berkualitas

Seide.id – Melihat foto-foto teman SMP yang “napak tilas” mengunjungi mantan guru, baik yang sehat maupun nyekar ke makam guru yang telah berpulang itu membuat hati saya jadi trenyuh.

Trenyuh setrenyuhnya, ketika saya mengambil posisi sebagai guru yang dikunjungi oleh mantan murid-muridnya itu, setelah puluhan tahun tidak jumpa.

Saya tidak dilupakan, tapi diingat oleh mereka, bahkan saya merasa diuwongke dengan perhatian yang teramat besar itu.

Napas tilas mengenang peristiwa masa lalu itu baik agar kita sekali-kali tidak melupakan sejarah. Jasa Ibu Bapak guru yang telah mendidik kita. Sehingga mandiri, sukses, dan berguna bagi bangsa negara.

Sesungguhnya, napak tilas itu juga mengajar kita untuk menyatukan kembali rasa kebersamaan tempo hari agar hubungan persaudaraan itu makin kompak, rukun, guyup, dan gayeng.

Ada juga orang yang melakukan napak tilas dengan berziarah ke makam para wali, orang suci, tokoh nasional, atau mengunjungi tempat peninggalan sejarah, dan seterusnya.

Sesungguhnya napak tilas itu tidak hanya penting, tapi juga harus dihidupi dalam tiap hati insani. Dimulai dari keluarga sendiri agar kita tidak kehilangan ‘obor’, hubungan persaudaraan dan kekerabatan itu. Dengan napak tilas itu ikatan persaudaraan antar anggota keluarga besar pun terjalin erat, akrab, dan harmonis.

Bagi saya sendiri napak tilas itu juga jadi kebutuhan mutlak sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki dan pengembangan diri ke arah yang baik, dan lebih baik lagi.

Semangat merefleksi diri itu harus dihidupi agar saya melihat dan mampu mengelola kelemahan, kekurangan, dan tantangan hidup itu agar perjuangan saya peroleh hasil maksimal.

Selalu semangat untuk napak tilas agar hidup makin sehat dan berkualitas.

Mas Redjo / Red-Joss

Kita Belum Berbuat Banyak

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang