Pemetik buah di Australia Minta Dibayar Rp250 Ribu per Jam

Lembaga Fair Work Commission di Australia menetapkan semua pemetik buah harus dijamin mendapatkan upah mininum. Bukan berdasarkan jumlah buah yang dipetik.

Seide.id – Perubahan sistem upah pemetik buah dianggap sebagai salah satu yang terpenting dalam sejarah ketenagakerjaan

Serikat pekerja meminta agar semua pemetik buah harus mendapat bayaran upah minimum AU$25,41 per jam atau lebih dari Rp250 ribu, per jam.

Lembaga tersebut menetapkan agar para pemetik buah tidak lagi dibayar dengan sistem ‘a piece rate’ atau diberi upah sesuai dengan berapa jumlah buah yang dipetik.

Upah seperti ini tergantung pada kemampuan individu pemetik buah, yakni semakin cepat dia memetik atau memanen buah dan sayuran, maka pendapatannya pun akan makin tinggi.

Bulan Desember 2020 lalu, serikat pekerja Australian Workers Union (AWU) mengajukan keberatan kepada Fair Work Commission soal sistem upah seperti itu.

Mereka mendesak agar setiap pemetik buah harus mendapat bayaran minimum untuk pekerja kasual, yakni $25,41.

Setelah melakukan kajiannya, Rabu kemarin Fair Work Commission berkesimpulan aturan sistem pembayaran saat ini, yang mengikuti Sistem Pengupahan di Bidang Holtikultur, sudah tidak cocok lagi.

“Sistem itu tidak memberikan keamanan pembayaran upah yang relevan dan adil yang diamanatkan oleh Undang-undang,” kata lembaga tersebut.

Serikat pekerja di Australia sedang memperjuangkan agar pekerja perkebunan Australia tidak lagi diberi upah dari seberapa banyak buah yang dipetik, tapi seberapa lama mereka bekerja.

Sekretaris Nasional AWU, Dan Walton menggambarkan keputusan Fair Work Commission sebagai salah satu keputusan paling penting dalam sejarah ketenagakerjaan di Australia.

“Saya yakin keputusan ini merupakan yang paling penting dalam sejarah 135 tahun keberadaan serikat pekerja ini,” kata Walton.

“Para pemetik buah di Australia sudah lama dan secara sistematis dieksploatasi dan dibayar rendah.

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.