Pilih Mana Antara Meningkatkan Pendapatan atau Investasi Kripto

Pilih Mana Antara Meningkatkan Pendapatan atau Investasi Kripto

Trading memperoleh keuntungan setiap saat nilai aset kripto kita naik, sedang investasi adalah menabung kripto jangka panjang. Itu yang harus dipahami setiap investor kripto ( Foto: Bareksa)

Setiap investor kripto harusnya sudah paham bedanya investasi di cryptocurrency dan trading. Investasi adalah mengharapkan pertumbuhan keuangan kita dalam jangka panjang, sementara trading adalah memperoleh keuntungan setiap saat. 

Dua-duanya bisa dilakukan, tergantung kebutuhan setiap imvestor. Tapi, bagaimana jika investor itu sudah lanjut ? Sebaiknya trading atau investasi ? 

Banyak investor bertanya cara terbaik di saat usia sudah senja antara 50-7- tahun. Mana yang lebih tepat yang membeli manfaat: investasi dalam jangka panjang antara 3-10 tahun atau trader harian.

Mungkin, anda bisa meniru apa yang saya lakukan. 

Perlunya Hot Wallet dan Cold Wallet

Saya memiliki dua Wallet ( dompet) berisi cryptocurrency. Hot Wallet ( Dompet Panas) dan Cold Wallet (dompet dingin). Dompet panas letaknya di bursa kripto yang setiap saat bisa melakukan trading atau jual beli. Membeli di saat harga kripto murah dan menjual di saat harga tinggi. Itulah keuntungan trader. Untuk kebutuhan harian dan bulanan.

Itupun masih saya bagi dua dompet atau wallet. Hot wallet A berisi cryptocurrency andalan ( Utama) yang nilanya lumayan jika ditarik setiap saat; Bitcoin, Ethereum, BNB, LiteCoin, Luna, Yearn Finance dan USDT. Hot Wallet B atau kedua berisi koin dan token potensi naik seperti Ada, Ziliqa, Fanthom, Shiba Inu, Doge Coin, Celo, Avax, Enjin Coin, VeChain, Sand, Polkadot, Polygon dan beberapa lainnya. 

Jika nilai koin potensi ini menunjukkan kenaikan, dipindah ke Hot Walelt A yang bisa memberi keuntungan setiap hari untuk kebutuhan harian kita. 

Ambil Profitnya Saja

Contoh, kita membeli Bitcoin di harga Rp 650 juta, dan saat harga menjadi Rp 700 juta, kita bisa memperoleh keuntungan Rp 50 juta. Modalnya yang Rp 650 juta dibiarkan saja di dompet dan biarkan dia cari uang buat kita. Kalau modal kita kecil ? Jangan khawatir. Kita tetap bisa beli Bitcoin meski kita hanya punya modal Rp 1 juta atau Rp 10 juta. Tetap saja jika ada kenaikan, maka kita ambil profitnya. Dengan modal kecil, setiap hari atau dua hari sekali, kita bisa untung Rp 500,000 atauRp 1 juta, sebulan sudah bisa Rp 30 juta. Cukuplah untuk hidup sebulan.

Sebaliknya jika harga turun, modal jangan diambil. Kalau perlu serok atau beli lagi. Turun lagi, beli lagi. Gak sampai seminggu, koin itu pasti akan naik berlipat, Itulah saatnya kita TP ( Take Profit) atau melakukan penarikan profit kita. 

Sebagai catatam, dua dompet ini letaknya di Bursa Kripto dan sesungguhnya ini sangat riskan, jika terjadi sesuatu. Baik oleh pencurian, scam, peretasan atau karena sesuatu yang luar biasa yang pemilik bursa sendiri tak mampu mengatasi. Apalagi ada pemilik bursa nakal yang membawa lari uang kita. Jika dompet kita ada di bursa, pemiik bursalah yang memiliki kendali atas semua aset kripto yang ada di dompet bursa. 

Sebaiknya Beli Cold Wallet Biar Aman

Sementara dompet lain yang disebut Cold Wallet adanya di dompet perangkat keras atau Hardware Wallet. Ada dua merk terkenal dunia saat ini yakni Ledger dan Tezos. Saya memilih Ledger Nano X karena dapat beroperasi melalui blutooth. Tak perlu buka laptop atau cari komputer. Memiliki dompet dingin ini membuat hati juga dingin karena tak mungkin dicuri orang, kecuali hilang karena keteledoran kita. Namun sepanjang kita memiliki 24 kata kunci atau Passphrase, tak perlu khawatir karena dompet kita masih dibuka, dimanapun dengan cara apapun. Dompet dingin hardware ini sesungguhnya aman karena tersimpan dalam blockchain. 

Pada dompet di Ledger ini kita bisa menyimpan semua mata uang cryuptocurreny yang menjadi nilai aset kripto kita sebagai investasi jangka panjang. Terserah kita, kapan waktu membukanya. Tapi ini adalah semacam bank simpanan kita di bawah tanah. Jika nilainya terbang ke langit bisa jadi benar-benar punya harta karun. 

Investasi di Coin Murah

Investasi jangka panjang, sebaiknya cari token atau koin murah yang jumlahnya banyak.

Sebagai contoh, kita bisa membeli token Shiba Inu senilai Rp 1,000,000 dan memperoleh sebanyak 2,900,00,000 Shib atau 1 Shib senilai Rp 3,5 saat ini. Jika 3 atau 5 tahun kemudian harga 1 Shib mencapai USD1 atau Rp  14,400, maka investasi saya bisa menjadi Rp 41 miliar. 

Salah satu investasi lainnya misalnya Dogecoin (MBuff Doge Coin). Token ini dibeli 4 bulan lalu sebesar Rp 720,000 atau USD 20 memperoleh 15,441,480,768 ( Baca: Lima belas miliar lebih). Jika dalam 3-5 tahun kemudian, harga Dogecoin mencapai RP 100 saja, maka investasi kita berkembang menjadi Rp 1, 544,148,076,800 ( Baca: Satu triliun lebih). Tapi seorang teman malah bilang bahwa harga token itu bisa mencapai USD1 atau Rp 14,400. Jadi berapa investasi kita ?  

Mungkin saat itu, kita bisa mengentaskan salah satu kelompok jalanan atau membantu orang-orang miskin yang tinggal sekitar wilayah kita. Atau membantu kelompok atau komunitas yang perlu kita bantu. Sebab nilai invetasi kita saat itu sudah mencapai Rp 22 triliun!

Jadi, mana yang anda pilih ? Investasi atau trading. 

BACAAN LAIN

Cara Mengelola Portfolio Kripto Kita

Untung Dari Staking di Kripto

Bagaimana Cara Mengajari Anak Dan Keluarga Anda Tentang Cryptocurrency 

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.