Seide.id – Penutupan patung Bunda Maria dengan terpal biru di rumah doa di Kulon Progo, Daerah Iistimewa Yogyakarta, beberapa hari setelah kedatangan ormas yang memprotes keberadaan patung tersebut. Dua kali rombongan ormas datang dengan 20 sepeda motor dan tiga mobil dan meminta agar patung Bunda Maria diturunkan.
Keterangan Yohanes Setiyanto, Penyelenggara Agama Katolik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo Yohanes itu mematahkan penjelasan Kapolres Kulon Progo, DIY – AKBP Muharomah Fajarini bahwa penutupan patung Bunda Maria itu tanpa tekanan.
Yohanes Setiyanto kemudian menerangkan kronologi penutupan patung Bunda Maria.
Awalnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyampaikan informasi kepada Kemenag Kulonprogo terkait adanya rumah doa di Padukuhan Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo. Usai didalami, Kemenag Kulonprogo menyatakan bahwa tempat tersebut bukan rumah doa maupun tempat ziarah, melainkan rumah pribadi.
Rumah itu dimiliki Yacobus Sugiarto yang saat ini menetap di Jakarta. Ia membeli di tanah kelahirannya di asalnya Kulonprogo agar di kemudian apabila sudah meninggal dunia, dia dan istrinya bisa dikuburkan sana.
“Dulu namanya rumah doa, sekarang sudah tidak lagi, diganti nama jadi Sasana Adhi Rasa,” ujar dia.
Akhir Desember 2022, keluarga Yacobus Sugiharto mendirikan sebuah patung Bunda Maria setinggi enam meter di halaman rumah. Patung itu mengarah persis ke sebuah masjid yang berada di seberangnya.
Pada 11 Maret 2023, keluarga Yacobus Sugiharto menyerahkan pengelolaan tempat itu kepada Paguyuban Damarjati Marganingsih. Kemudian, ada sekelompok orang yang mengaku dari ormas Islam mendatangi Sasana Adhi Rasa. Mereka mengaku ingin menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang meminta agar patung tersebut diturunkan.
Pengurus Paguyuban Damarjati Marganingsih mengatakan tidak bisa menurunkan patung itu tanpa persetujuan sang pemilik. “Seminggu kemudian, ormas itu datang lagi dengan tiga mobil,” kata Yohanes.
Seorang yang mengetahui kedatangan ormas tersebut mengatakan salah satu orang yang mengaku dari ormas datang pada 11 Maret untuk meminta patung itu dipindahkan atau dibongkar agar tidak terlihat dari masjid. Alasannya, umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sepekan berselang, orang-orang ormas itu datang kembali untuk mempertanyakan pembongkaran patung Bunda Maria, atau Dewi Maria dalam istilah Kristen Jawa.
Warga setempat juga mengatakan rombongan orang datang dua kali.
“Benar ada ormas ke sini. Pertama kali pada tanggal 11. Ada 20-an orang pakai sepeda motor dan satu mobil bukaan sekitar jam 12 siang. Mereka luhuran dulu. Lalu seminggu lalu ada tiga mobil dengan 18 sampai 20 orang pas pengajian jam 8.30 malam,” kata dia, Jumat (24/3/2023).
Dia menyatakan salah satu dari rombongan itu mengaku datang dari Kota Jogja. “Warga di sini sendiri damai, tidak menolak tempat doa atau patung Bunda Maria itu,” ucap dia.
Beberapa hari setelah dua kali kedatangan rombongan orang yang mengaku dari ormas tersebut, Yacobus Sugiharto mengirimkan terpal dari Jakarta untuk menutup patung.
Yohanes Setiyanto mengatakan niat keluarga Yacobus Sugiharto untuk menutup Patung Bunda Maria supaya tidak mencolok sudah dijalankan. Keluarga pemilik tempat doa berinisiatif menutup patung Bunda Maria dengan kesadaran penuh supaya masyarakat lebih tenang.
“Salah satu cara yang dipilih oleh keluarga itu adalah menutup (patung Bunda Maria),” kata Yohanes melalui sambungan telepon kepada Harianjogja.com, Jumat (24/3/2023) siang.
Kepala Polsek Lendah AKP Agus Dwi Sumarsangko pada Kamis (23/3/2023) tak lama setelah ramai beredarnya video penutupan patung tersebut mengatakan, ormas tersebut datang menyampaikan aspirasi masyarakat atas ketidakyamanan mereka tentang keberadaan Bunda Maria.
“Mereka menganggapnya mengganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Barokah,” kata Agus.
Agus menegaskan patung tersebut tidak ditutup polisi, tetapi oleh pemilik tempat doa. “Kami hanya menyaksikan. Terpal itu juga dipesan oleh pemilik tempat doa dari Jakarta,” katanya.
Foto-foto yang memperlihatkan aparat kepolisian berdiri bersama beberapa orang di depan patung Bunda Maria yang sudah ditutup terpal biru juga beredar luas dan menjadi viral di media sosial. – dms






