Raja Thailand Pulang Berlibur dari Alpen, Bawa 20 Selir dan 30 Anjing Pudel

Alih alih ikut membantu rakyatnya yang terdampak pandemi Covid-19, Raja Thailand justru tetirah ke pegunungan Alpen. Tak tanggung tanggung berombongan ke sana dan tinggal setahun. Tak pelak, dia jadi pergunjingan di Jerman dan protes di negerinya sendiri .

MAHARAJA   Vajiralongkorn dari Thailand telah kembali ke Jerman – bersama 250 anggota rombongannya, termasuk 20 Selir dan 30 anjing pudel kesayangannya – setelah menghabiskan lebih dari setahun jauh dari rumah peristirahatannya di pegunungan Alpen – Bavaria, menurut laporan media Jerman.

Surat kabar bergaya tabloid Bild menerbitkan gambar raja  69 tahun yang dijuluki Rama XX itu mengenakan pakaian olahraga berwarna coklat tua dan oranye dalam perjalanan ke kolam renang umum hotel Hilton Airport di Munich.

Pengunjung, orang asing di Jerman khususnya dari dari negara yang dianggap “berisiko tinggi” seperti Thailand harus dikarantina setidaknya lima hari kecuali mereka dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi sepenuhnya atau telah pulih dari infeksi Covid-19.

Di negerinya, demonstrasi pro-demokrasi terus berlanjut di Bangkok di tengah laporan bahwa Raja Thailand Maha Vajiralongkorn telah terbang ke Jerman.

Setahun lalu pada hari Senin, Vajiralongkorn tiba di Munich dan memesan seluruh lantai hotel Hilton Munich Airport untuk rombongannya yang terdiri dari 250 orang dan 30 pudel kerajaan, lapor South China Morning Post.

Gambar raja berusia 69 tahun berjalan menuju kolam renang hotel muncul di surat kabar lokal Bild.

Dia konon ditemani oleh seorang wanita muda yang dianggap sebagai penjaga keamanan. Bersama 20 Selir Raja.

Wanita cantik dan anjing pudel, dua makhluk yang tak terpisahkan dari Raja Thailand kini.

20 selir? Angka ini mencengangkan. Maha Vajiralongkorn berusia 69 tahun dan dia masih nampak perkasa . Dikenal sebagai playboy alias penggemar wanita cantik.

Perilakunya yang nyentrik sering jadi pergunjingan di tengah penderitaan rakyat telah menuai sorotan media asing, namun sedikit orang di Thailand yang berani mengkritiknya. Hal itu dikarenakan supremasi Raja Thailand, dimana membicarakan hal buruk dan menghina raja bisa menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun.

Padahal, situasi epidemi di Thailand saat ini sangat mencekam. Sebanyak 1978 kasus telah dikonfirmasi. Jika kita tidak bekerja sama untuk mengambil tindakan pencegahan, wabah di Eropa dan Amerika Serikat adalah pelajaran untuk masa lalu.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chanocha juga menyadari situasi kritis, ia mengumumkan pada 24 Maret: Thailand akan menerapkan “Hukum Keadaan Darurat” mulai 26 Maret, melarang warga keluar, Berkumpul, menggunakan transportasi umum, dll.

Selanjutnya, jadi “tamu tak diundang”

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.