Angin kencang menyapu wajah manusia
Banjir deras menerjang desa dan kota
Lahar dan debu ganas dasyat menghujam
Gempa keras menggoyang mencekam jiwa raga
Alam lingkungan bicara dan beraksi dengan hukumnya
Adakah yang mengaturnya ?
Ketika semua terjadi
Banyak saudara jadi korban raga dan jiwa
Tempat tinggal dan kampung halaman porak poranda
Kebun ladang desa kota rusak terkoyak
Kekuatan kita manusia digugat
Cara hidup kita diadili
Ketergantungan kita pada alam ditegaskan
Dan
kepada kita yang selamat
Diberi kesempatan memberi makna
Tentang kesadaran kita di tengah alam
Tentang cara kita memperlakukan lingkungan semesta
Entah siapa yang peduli dan mau menyadari
Dalam takut dan gentar
Sadari ketakberdayaan pribadi
Akan dasyatnya semua kekuatan alam lingkungan semesta
Dan Sang Pemilik segalanya
Tumbuh seberkas cahaya niat
untuk menata kesadaran diri
untuk melakukan yang terkecil dengan damba jiwa terbesar
Melakukan Revolusi Satu Menit
“Setiap hari aku diberi
nafas kehidupan 1440 menit
Maka
mau kugunakan 1 menit
Saat kubuka mata bangun pagi setengah menit
Saat hendak tidur malam setengah menit
Untuk katakan terimakasih
“Terimakasih aku masih bernafas
Terimakasih udara tidak kubayar
Terimakasih aku bisa berterimakasih sekarang”
Semoga kulakukan setiap hari
Revolusi Satu Menit ini
sebagai bentuk syukurku atas kehidupan di tengah alam semesta dan Sang Empunya segalanya
hingga saat selesai nafas
Ajal.menjemput menghadap pulang
Penulis: Simply da Flores





