Sejarah: Saat PD 1, Bom Dari Pesawat Dilempar Sendiri Oleh Pilotnya

Seide.id – Begitulah kejadiannya saat PD1. Setelah menemukan sasaran, bom lalu dilemparkan sendiri oleh si pilot menggunakan tangan terbuka, seperti layaknya membuang kerikil!

Aksi lempar bom tersebut adalah bentuk ‘kreatifitas’ lanjutan, ketika pesawat mulai dipergunakan dalam peperangan.

Niat awalnya, saat meletus PD1, pesawat hanya dipakai sebagai alat observasi saja. Untuk meninjau keadaan garis depan. Dari atas akan terlihat jelas dimana posisi musuh, bagian mana kelemahan dan kekuatannya.

Kontroversi

Siapa yang pertama menciptakan pesawat terbang dan berhasil menerbangkannya dengan sempurna masih menuai kontroversi hingga saat ini.

Orang lebih mengenal Wright Bersaudara, Orville dan Wilbur Wright, dimana pada tanggal 17 Desember 1903, Orville berhasil menerbangkan pesawat  Wright Flyer hasil karya mereka berdua.

Wright Bersaudara saat pertama kali menerbangkan pesawat mereka.
Orville yang pegang kemudi, sedang Wilbur menyeimbangkan sayap. Di bawah, terlihat rel yang membantu menstabilkan roda.

Di lain pihak, ada nama  Alberto Santos-Dumont seorang inventor asal Brazil juga disebut sebagai yang pertama. Pesawat  Alberto bernama Bis-14, pada tanggal 12 November 1906, dengan mulus mengudara sejauh 25 meter.

Bis-14 melayang dengan sempurna tanpa bantuan apa-apa, sementara pesawat Wright Bersaudara saat pertama mengudara, roda pesawat berada di atas rel sebagai alat bantu. Beberpa ahli menilai upaya Wright tidak sah.

Sementara  Jane’s All the World’s Aircraft’s, jurnal dunia penerbangan yang terbit secara berkala, pada tahun 2013 mengakui penemu Jerman yang pindah ke Amerika, Gustave Whitehead, sebagai yang pertama. Gustave mengudara beberapa kali pada kurun waktu 1901-1902, mendahului Wright Bersaudara.

Kantong selongsong peluru

Siapapun penemunya, ketika pecah PD 1 (1914-1918), teknologi pesawat terbang semakin sempurna. Umumnya masih memakai sayap ganda dan bisa terbang lebih lama, mampu menemuh jarak lumayan jauh juga dapat terbang cepat.

Saat PD 1 yang bertikai adalah kerajaan Jerman didukung kerajaan Austria Hongaria dan Turki melawan blok Perancis, Inggris, Italia, Belanda dan Belgia (Amerika dan Canada masuk blok ini di kemudian hari).

Pertempurannya masih konvensional, dibuka oleh serangkaian tembakan artileri lalu prajurit infantri masuk menyerbu.

Pesawat terbang kemudian mengudara untuk meninjau keadaan. Mata pilot mengawasi dengan seksama garis depan. Namun, ia tak bisa langsung mengabarkan kondisi di bawah, pada markas besarnya, karena memang belum ditemukan radio komunikasi. 

Pilot harus turun dahulu dan melapor.

Pesawat dari dua kubu kerap bertemu di udara. Semula mereka hanya saling melambai, lalu, seseorang mulai menggunakan pistol  untuk menjatuhkan lawannya. Tujuannya agar ia tidak bisa melapor ke markas besarnya.

Namun, memakai pistol kemudian juga ribet. Pegangan tak stabil dan selongsong peluru yang berserakan dilantai menganggu pedal dan kaki.

Orang lalu memasang besi penguat, agar pegangan lebih stabil. Alat sederhana ini juga dilengkapi ‘kantong’ yang dapat menampung semua selongsong  peluru setelah ditembakkan.

Besi penahan dipasang di pesawat, agar pistol bisa dipegang lebih stabil.
Alat ini dilengkapi kurungan untuk menampung selongsong peluru. Klip peluru pistol dibuat lebih panjang agar tersedia lebih banyak amunisi.

Tidak puas, Roland Garros seorang pilot Perancis memasang senapan mesin untuk pertama kali pada pesawatnya  tanggal 1 April 1915. Maka, medan tempur di udara kontan berubah. Pesawat kini lebih berbahaya.

Meski pilot harus berdiri saat menembak, pertempuran di udara mulai sengit terjadi.

Senapan mesin pun dipasang di pesawat. Meski pilot harus berdiri saat akan menembak!

Bomber

Terakhir, agar pilot tak perlu turun dan melapor perkembangan garis depan, yang jelas akan memakan waktu,  si penerbang kini diperkenankan untuk melakukan tindakan sendiri dari udara.

Maka mulailah dipergunakan bom untuk menciderai lawan atau untuk merusak instalasi musuh.

Pada awalnya pilot masih membuang sendiri bom yang dibawa. Dan ini cukup merepotkan. Manusia lalu menciptakan pesawat yang lebih besar yang khusus dipakai untuk membawa bom dalam jumlah banyak. Dari sanalah muncul pesawat jenis baru: bomber (gun)

Baca juga, penyebab meletusnya PD : 28 Juli 1914, Putra Mahkota Ditembak, PD 1 Dimulai !

Avatar photo

About Gunawan Wibisono

Dahulu di majalah Remaja Hai. Salah satu pendiri tab. Monitor, maj. Senang, maj. Angkasa, tab. Bintang Indonesia, tab. Fantasi. Penulis rutin PD2 di Facebook. Tinggal di Bogor.