Sepak Terjang Ulama Besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Naik ke Layar Perak

Film Syech Albanjari01

Perfilman daerah menampilkan tokoh tokoh sejarah sedang bangkit. Dari Kalimantan kini diangkat sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, ulama multidisiplin dari tanah Banjar. Digarap oleh sutradara dengan aktor ibukota dan daerah.

Seide.id –  Digarap Sutradara Ensadi Joko Santoso dan Zulkifli Anwar, dengan penulis skenario Irfan Wijaya,  sepak terjangulama besarasal Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari diangkat ke layar perak. Chandra PurnamaRestu, dari  Expressa Pariwara Media Production House,bertindak sebagai produser.

Film biopic Islamic ini menghadirkan aktor Billy Boedjanger dan Asrul Dahlan serta Afrizal Anoda memperkuat karakter tokoh dalam film ini, selain aktor aktor daerah. 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan danDinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan berada di balik produksi film jejak kehidupan Syeck Arsyad yang dalam sejarahnya mampu memperkuat keagamaan Kesultanan Banjar dan kerajaan-kerajaan Islam di sekitarnya.

Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah seorang tokoh ulama multidisiplin dari tanah Banjar. Kedalaman ilmu agama dan ilmu pengetahuannya mencakup aturan-aturan Fiqh maupun pengajaran ilmu Tasawuf. Dengan kegigihannya Syekh Arsyad mencerahkan masyarakat Banjar dari kurangnya literasi keagamaan berbahasa Melayu saat itu.

Karyanya, khususnya Sabilal Muhtadin menjadi referensi pula bagi banyak negara tetangga. Kitabnya dikenal luas di kalangan kaum muslimin di kepulauan Nusantara, dan sampai saat ini masih banyak digunakan, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.

Keahlian Ilmu Astronomi atau Ilmu Falak Syekh Arsyad saat memindahkan lokasi kiblat di salahsatu masjid di Batavia serta mengukur kedalaman laut menjadi point penting dalam film layarlebar Biopic yang menggambarkan jejak rekam sejarah ilmu pengetahuan yang dimiliki Syekh Arsyad di luar ilmu keagamaan yang dikuasainya.

Kitab Sabilal Muhtadin karya Syekh Arsyad juga tersebar hingga Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand dan Malaysia, bahkan tersimpan pula di berbagai perpustakaan besar di dunia Islam, seperti di Mekkah, Mesir, Turki dan Beirut.

Karel A. Steenbrink menyatakan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari merupakan satu-satunya tokoh yang mengarang begitu luas dan sistematis di bidang fiqh dalam Bahasa Melayu.

Syekh Arsyad tercatat dalam sejarah sebagai penggaggas Mahkamah Syar’iyah yang kemudian menjadi cikal bakal Pengadilan Agama saat ini di Indonesia.

Mereka yang terlibat dalam produksi film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari; Chandra Restu (Produser), Ensadi Djoko Santoso (Sutradara), Muhammadun (Kadisdikbud Prov Kalsel), Billy Boedjanger (Aktor Utama), Irfan Wijaya (Penulis Skenario).

Film cerita panjang Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ini dimainkan hampir keseluruhan pemerannya adalah putra-putri Kalimantan Selatan di antaranya melibatkan siswa sekolah PerfilmanSMKN 2 dan SMKN 3 Banjarmasin untuk ikut magang sebagai crew produksinya. Melibatkan pula beberapa zuriyat Syekh Arsyad sendiri baik sebagai pemeran film maupun sebagai narasumber.

Begitu pula jajaran instansi pemerintahan Kalimantan Selatan ikut memeriahkan pada beberapa adegan film.

Dengan permintaan khusus dari keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari maka sosok beliau tidak ditampilkan dalam film biopic Islamic ini. Gaya perfilman Jean Luc Godard seorang Sineas Prancis – Swiss menjadi referensi sutradara dalam menggambarkan adegan film melalui point of view sang tokoh utama.

Film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari akan menampilkan pula budaya asli dan keindahan alam Kalimantan Selatan dengan Geo Park Meratusnya diantaranya di Kawasan daerah Matang Keladan, Rian Kanan dan Loksado, serta BumiSholawat Kiram.

Film ini diharapkan memberikan gambaran tentang pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari kepada generasi muda sehingga lebih mengenal dan mencintai sosok ulama Banjar tersebut, sebagai tokoh panutan yang mampu menjadi penyemangat bagi generasi penerus untuk mengikuti jejaknya sebagai ulama, ataupun menggeluti profesi lainnya dengan menghasilkan pikiran-pikiran inovatif serta mampu menjadi problem solver di bidang keagamaan maupun ilmu pengetahuan umum.

Dr. H. Sahbirin Noor, S.sos, M. H., Gubernur Kalimantan Selatan yang biasa dipanggil sebagai Paman Birin beserta  ASN jajaran instansi Kalimantan Selatan juga terlibat di film ini. – dms

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.