(37) BARATA MASUK HUTAN DANDAKA
Duh, Rama Prabu, izinkanlah ananda mohon diri. Doa restu Ramanda Prabù yang ananda minta,” kata Raden Barata.
“Pergilah! Pergilah dengan selamat!Doaku menyertaimu.”
“Trimakasih Ramanda Prabu.”
Setelah undur dari hadapan Prabu Dasarata, Barata menemui ibundanya, Dewi Kekayi untuk mohon restunya pula”. Semula Dewi Kekayi melarangnya, tetapi Barata terus mendesaknya.
Niatnya telah bulat. Selaksa seekor gajah yang melompat dari kandangnya. Siapa pun tak ada yang mampu menghalangi niat sucinya.
Akhirnya Barata pergi mencari saudara-saudaranya ke dalam hutan seorang diri saja.
(38) BERTEMU RAMA DAN SINTA
Barata segera melepas pakaian kebesarannya sebagai seorang putra raja dan menyamar sebagai seorang papa sudra yang miskin dan hina.
Berbulan-bulan lamanya keluar-masuk hutan untuk mencari saudara-saudaranya.
Semua rintangan yang menghadang dapat dilalui dengan selamat.
Setelah sekian lama ia mencari
akhirnya bertemulah ia dengan Raden Ramayana, Dewi Sinta, Raden Lesmana dan Raden Satrugna. Betapa gembiranya mereka dapat bertemu kembali dengan selamat meskipun dalam suasana yang berbeda.
Bukan dalam kemegahan istana. tetapi didalam kearifan alam semesta. Di tengah hutan lebat yang masih gawat
karena sewaktu-waktu keselamatan jiwanya dapat terancam marabahaya.






