Seide.id – 154 orang tewas dalam perayaan Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada Sabtu (29/10/202). Angka ini bisa bertambah karena ada 37 orang yang luka parah, seperti dilaporkan Pejabat setempat, (31/10)
Beta Bayusantika (WNI), salah seorang saksi mata kengerian di Itaewon, ada di sana untuk menikmati Halloween pertamanya.
Pria 27 tahun yang sedang mengejar gelar master di Universitas Hanyang, menceritakan yang terjadi, saat diwawancarai oleh The Korea Times.
“Petugas pemadam kebakaran dan polisi ada di sana, mencoba mengevakuasi banyak orang dari kerumunan. Banyak orang melakukan CPR.” katanya.
Beta berada di Stasiun Itaewon sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 dan suasananya sudah sangat ramai.
Apa yang ia saksikan di gang tempat kejadian, sangat memilukan.
“Dari sudut gang, kami melihat banyak orang yang berusaha keluar dari sana. Itu sangat memilukan,” katanya (30/10)
Gang tempat kejadian berada tepat di samping Hamilton Hotel. Di hari-hari biasa, lokasi ini menjadi tempat hiburan malam paling menyenangkan di Seoul.
Google map : Hamilton Hotel
Tempat ini selain menjadi obyek wisata turis lokal dan mancanegara, juga terkenal dengan perayaan Halloweennya.
Namun gangnya sangat sempit. Posisinya menurun, melebar 3,2 meter dengan panjang 50 meter. Sementara, 100 ribu orang terjebak di dalamnya.
Selama satu jam, mahasiswa program master ini menyaksikan bagaimana massa berupaya menyelamatkan diri. Mereka berebut ke luar dari gang sempit itu dan berteriak minta tolong.
“Saya mendengar orang-orang berteriak ‘Tolong! Tolong! Tolong!’ dalam bahasa Korea,” ungkapnya.
Teriakkan itu sangat menyayat hati. Beta mengaku merinding mendengar teriakkan yang menggema di gang itu.
Tidak ada yang bisa dilakukan
Ahammed, pekerja IT dari India. Tinggal di Seoul, dan telah lima kali hadiri di pesta Halloween di Itaewon.
Menurutnya, tahun lalu polisinya lebih banyaki, tetapi tahun ini jumlah kerumunan jauh melebihi sebelumnya.
Ahammed yang ada di antara kerumunan bersama teman-temannya. menyadari ada yang tidak beres.
“Bahkan jika Anda berdiri diam. Seseorang mendorong Anda dari depan dan seseorang dari belakang. Itu terjadi beberapa kali, ” ujarnya.
Ia sempat jatuh tetapi berhasil berjalan ke tangga di sisi gang. Seorang wanita dengan kostum sayap malaikat kemudian memberi isyarat untuk naik.
“Saya berhasil naik ke anak tangga yang tinggi.. Orang-orang tercekik, berteriak… tergencet.. jatuh..Terlalu banyak orang,” katanya.
Ahammed hanya bisa menyaksikan yang terjadi.
“Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak ada yang bisa kita lakukan,” jelasnya.
Dirinya merasa tidak berdaya ketika melihat orang-orang mengembuskan napas terakhir mereka
Ahammed dan teman-temannya selamat, tapi ia belum menyadari apa yang terjadi, “Sampai ambulans tiba dan mereka mulai menarik mayat dari bawah.”
Upaya penyelamatan
Hal tragis lainnya, ia saksikan seseorang yang berusaha menolong temannya.
“Dia tahu temannya sudah meninggal tetapi dia terus memberinya CPR selama 30 menit, ” tuturnya.
Teman lain mencoba menghentikan pemuda itu, ” Tetapi pemuda itu tidak mau berhenti,” kenang Ahammed.
(ricke senduk)





