Seide Venna Melinda ungkap detik- detik ia menyelamatkan diri dari tindakan KDRT yang diduga dilakukan Ferry Irawan, yang kini telah menjadi tersangka.
Sementara itu, Hotman Paris siap berperang melawan pengacara dari Ferry Irawan
“Apa benar saya akan bertanding dgn pengacara yg sudah cerei 3 x ??? Kalau benar ya Cucok klien dan pengacara sama-sama pengalaman hebat dalam dunia cerei-cerein bini!! Ah tenang ajaa, “ujar Hotman Paris seperti dikutip dari akun Instanya, pada Sabtu (14/2023)
Cemburu dan Penolakan Seks
Ferry Irawan diduga melakukan KDRT karena istrinya menolak permintaan hubungan suami istri saat di hotel di Kediri, (8/1/2023). Akibatnya, hidung Venna mengucurkan darah.
Tindakan KDRT dilakukan Ferry dengan menempelkan dahinya ke hidung Venna.
“Saya dikunci pakai dahinya, sampai keras,” ujar Venna.
Setelah itu, kepala Ferry semakin turun ke bawah sehingga dahinya berada di hidung Venna Melinda. Kesakitan, Venna pun minta aga Ferry menghentikan perbuatannya.
“Tolong-tolong, patah nanti hidung saya,” ungkap Venna Melinda ketika memberikan keterangan di Polda Jawa Timur, Kamis (12/1/2023).
Saat Venna bangkit, hidungnya langsung mengucurkan darah.
“Saya berdiri darah itu ngocor seperti air,” kata Venna.
Mendapati hidungnya berdarah ia berusaha meminta bantuan. Tapi katanya, Ferry terus menghalangi.
“Waktu berdarah begitu banyak, saya mau ambil handphone, handphone saya ditarik, saya mau ambil telepon hotel, telepon saya ditarik,” ujarnya pada awak media
“Kemudian saya berhasil keluar, Qadarullah, Allah yang membuat saya bisa lari sedemikian kenceng saya keluar ke koridor hotel,” lanjutnya dengan suara bergetar.
Venna lari sepanjang koridor hotel sambil berteriak minta tolong.
“Saya minta-minta tolong, enggak ada yang nolongin, hanya sampai di depan lift, saya ketemu sama mbak-mbak bagian kebersihan, dia kaget melihat saya berdarah-darah,” tutur Venna.
Ferry yang mengikutinya, meminta petugas hotel untuk mundur dari Venna.
“Pada saat itu Ferry menyuruh mbaknya mundur, makanya mbaknya mundur, tapi sebelum mundur saya bilang ‘Mbak tolong panggil polisi,'” kata Venna
“Habis itu saya kembali ke kamar, saya ambil handphone, kemudian dia dorong lagi saya ke tembok,” sambungnya.
Di pepet di tembok, Venna lalu menatap mata Ferry.
“Di situ saya tatap matanya, saya bilang ‘Inget Fer kamu punya ibu perempuan, kamu punya adik perempuan,’ di situ lah dia seperti tersadar, pupil matanya berubah,” tuturnya.
“Di situ lah saya ada kesempatan ambil handphone, kemudian saya asal mencet dan yang kepencet video call dan mas Didi, Ketua DPD Perindo yang bisa melihat darah saya, karena dia satu-satunya orang yang ngangkat,” ungkap Venna
Melihat Venna berhasil melakukan video call, Ferry berhenti menyerang.
“Dan itulah Ferry berhenti enggak menyerang saya lagi, karena kalau dia nyerang, terbukti ya, live kan itu video, di situ saya merasa selamat,” ucap Venna.
Kecewa
Venna mengaku kecewa pada Ferry yang menyangkali perbuatannya.
“Yang bikin saya kecewa adalah, begitu petugas hotel datang, ditanya ‘kenapa ini pak Ferry?’ dan mas Ferry bilang ‘bukan saya pelakunya,’ dari situ saya kecewa,” kata Venna.
Ketika polsi datang, Ferry kembali menyangkal perbuatannya.
“Dan saya inget bener waktu itu polisi datang, ditanya kembali ‘pak Ferry ada apa ini?’ dia masih bilang ‘bukan saya pelakunya, saya tidak tahu apa-apa,'” ujarnya.
“Sebagai perempuan, anggap lah suami khilaf, kalau dia sayang sama istrinya, dia melihat istrinya berdarah-darah, dia tidak akan menghalang-halangi panggil ambulans,” ungkap pihak Venna Melinda.
(ricke senduk)






