VOYAGER BOLEH JUAL ASET BUAT PELANGGAN
Sekarang, pelanggan memperoleh perhatian dari pengadilan. Voyager Digital, pemberi pinjaman kripto yang telah bangkrut, mendapatkan persetujuan pengadilan untuk menjual asetnya dan mentransfer ke rekening pelanggannya melalui Binanсе US dengan kesepakatan senilai $1,3 miliar (Rp 19,5 triliun). Sebelumnya, SEC keberatan dengan kesepakatan tersebut, tetapi Hakim Wiles menolak keberatan tersebut, dengan mengatakan bahwa instansi tersebut gagal memberikan bukti apa pun dan seharusnya tidak menunggu sampai menit terakhir untuk menyampaikan kekhawatiran yang konkret.
>> Good job, pak hakim
AWAS INFLASI !
Lagi-lagi isue inflasi bergulir di tengah ekonomi yang sedang bangun. Ketua Fed Powell mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan lebih tinggi dari yang diperkirakan, data ekonomi terbaru lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Fed siap untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga jika diperlukan. Setelah pidato Powell, CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Maret telah meningkat dari 32% (sebelum pidato) menjadi 69,8%
>> Sejak 6 bulan lalu, rumor inflaso terus didengungkan. Sepertinya bamk sentral sedang bermain api dengan masyarakat.
ANGIN SILVERGATE KE GEDUNG PUTIH
Diam-diam, kasus kericuhan Silvergage berhembus juga ke Gedung Putih. Perwakilan Gedung Putih jelas mengetahui situasi terkini tentang Silvergate. Tetapi mereka memilih diam dan tidak akan mengomentari bank tersebut secara khusus. Mereka mencatat bahwa ini “jelas hanya salah satu kasus terbaru dari perusahaan di bidang cryptocurrency yang mengalami masalah signifikan”. Mereka juga mengatakan bahwa Joe Biden berulang kali meminta Kongres untuk mengambil tindakan regulasi terhadap kripto, namun bawahan Joe Biden sepertinya malas-malasan mengurus kripto.
>> Kura-kura dalam perahu, pura-pura tahu
PENGACARA SETENGAH TRILIUN
Masih Tentang FTX. Menurut informasi awal, FTX memiliki selisih sebesar $8,7 miliar (Rp 130,5 triliun) atas aset pelanggan, hanya menyimpan 1 dari 1591 Bitcoin yang terutang kepada pelanggan. “Buku dan catatan mereka tidak lengkap dan, dalam banyak kasus, sama sekali tidak ada,” kata CEO FTX saat ini John J. Ray. Saat ini, aset senilai $2,2 miliar (Rp 33 triliun) telah diamankan, tetapi tidak ada detail tentang kreditor pilihan. Dari aset tersebut hanya $694 juta (Rp 10,4 triliun) yang merupakan aset yang sangat likuid. Sementara itu pengacara dan konsultan yang menangani kasus kebangkrutan FTX telah menagih bayaran mereka senilai lebih dari $38 juta (Rp 570 miliar) untuk jasa mereka pada bulan Januari.
>> Pengacara mestinya diingatkan, bahwa bayarannya adalah dari uang investor
DIGITAL MONEY NEMPEL DI WECHAT
Aplikasi medsos terkenal di Tiongkok. WeChat, mendukung uang digital pemerintah China. Aplikasi jejaring sosial dan pembayaran terkemuka di Tiongkok ini, menambahkan e-CNY (CBDC lokal) ke layanan pembayarannya untuk membantu memperluas daya tarik yuan digital. Dengan WeChata di tangan, pembayaran untuk keperluan apapun melalui aplikasi ini semudah membalikkan telapaktangan. Sama persis memesan makanan melalui Gojek.
MS Dari Bereraba Sumber & TeloNews
Dengan Semangat ‘Bushido’ Menentukan Masa Depan






