WHO dan Korea Selatan Akan Bantu Negara-negara Miskin dan Menengah di Bidang Biomanufaktur

Seide.id – World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, Republik Korea Selatan, dan Akademi WHO pada Jumat ini (25/2/2022) mengumumkan pembentukan pusat pelatihan biomanufaktur global.

Pusat pelatihan itu akan melayani semua negara berpenghasilan rendah dan menengah yang ingin membuat produk-produk biomanufaktur, antara lain vaksin, insulin, antibodi monoklonal, dan bahan-bahan pengobatan kanker.

Langkah ini dilakukan setelah keberhasilan pembangunan pusat transfer teknologi vaksin mRNA global di Afrika Selatan.

“Salah satu hambatan utama keberhasilan transfer teknologi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah kurangnya tenaga kerja terampil dan sistem peraturan yang lemah,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Membangun keterampilan tersebut akan memastikan mereka dapat memproduksi produk kesehatan yang mereka butuhkan dengan standar kualitas yang baik, sehingga mereka tidak lagi harus menunggu di ujung antrean,” lanjut ia.

Pemerintah Republik Korea Selatan telah menawarkan fasilitas besar di luar Seoul yang telah melaksanakan pelatihan biomanufaktur untuk perusahaan yang berbasis di negara tersebut dan sekarang akan memperluas operasinya untuk menampung peserta pelatihan dari negara-negara lain.

Fasilitas ini akan memberikan pelatihan teknis dan langsung tentang persyaratan praktik operasional dan manufaktur yang baik dan akan melengkapi pelatihan khusus yang dikembangkan oleh pusat transfer teknologi vaksin mRNA di Afrika Selatan.

Pemerintah Republik Korea Selatan telah menawarkan fasilitas besar di luar Seoul yang telah melaksanakan pelatihan biomanufaktur untuk perusahaan yang berbasis di negara tersebut dan sekarang akan memperluas operasinya untuk menampung peserta pelatihan dari negara lain.

“Hanya 60 tahun yang lalu, Korea merupakan salah satu negara termiskin di dunia,” kata Kwon Deok-cheol, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Korea Selatan.

“Dengan bantuan dan dukungan dari WHO dan komunitas internasional, kami telah bertransisi menjadi negara dengan sistem kesehatan masyarakat dan bio-industri yang kuat. Korea sangat menghargai solidaritas yang telah ditunjukkan oleh komunitas internasional kepada kami selama masa transisi kami,” lanjut Kwon.

Dengan berbagi pelajaran yang telah kami pelajari dari pengalaman kami sendiri di masa lalu, kami akan berusaha untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memperkuat kemampuan biomanufaktur mereka sehingga kami dapat membuka jalan bersama menuju dunia yang lebih aman selama pandemi berikutnya,” kata Kwon lagi.