Tentang Alinea

Seide.id – Tak ada salahnya bila menulis status berdasarkan satu alinea satu pemikiran. Kemudian diberi jarak dengan dua spasi dan dimulai dengan menulis alinea baru lagi.

Membuat alinea baru yang berjarak menjadikan tulisan terlihat rapi dan si pembaca tidak sakit matanya kala melihat huruf-huruf yang ada di layar Handphone. Sebab jika semua huruf ditulis tanpa diberikan jarak atau spasi, itu seperti ‘muntahan’ kata-kata yang membuat si pembaca sulit untuk bernafas. Dia ‘ngos-ngosan’ membacanya.

Jika mampu dan sekaligus untuk pembelajaran, gunakanlah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar berdasarkan aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Andaipun hendak menggunakan bahasa ‘slang’ yang ‘gaul’ atau bahasa Inggris, gunakan tanda apostrop atau ditulis miring (italic).

Pelajari juga tanda-tanda baca, pemisahan di, ke, dari, kalimat langsung, tak langsung, koma, tanda seru, agar pembaca diberi kesempatan untuk menarik nafas dan tidak membuat ‘mood’ membacanya hilang lalu berpindah ke tulisan yang lain.

Saya bukan ahli bahasa, namun menulis yang rapi, asyik dibaca dan pemakaian bahasa yang efektif, tidak banyak typo (kesalahan ketik), akan membuat tulisan kita dibaca dengan asyik, ‘ngangenin‘ dan ‘nggak ngebetein

Oh ya jika Anda sedang kesal atau marah, tahan emosi untuk tidak menuliskan kata-kata kasar, jorok atau sumpah-serapah. Karakter kalian akan tampak di situ. Hal ini bukan berarti Anda harus terlihat seperti orang suci dan munafik namun dengan menggunakan bahasa vulgar, umpatan yang emosional akan membuat pembaca ‘menscroll’ tulisan Anda ke atas dengan cepat sambil berkata, “Iiih… ini apaan siy!”

Begitu…

(Fanny Jonathan Poyk)

Gambar di Batu Akik Bacan Doko

Avatar photo

About Fanny J. Poyk

Nama Lengkap Fanny Jonathan Poyk. Lahir di Bima, lulusan IISP Jakarta jurusan Jurnalis, Jurnalis di Fanasi, Penulis cerita anak-anak, remaja dan dewasa sejak 1977. Cerpennya dimuat di berbagai media massa di ASEAN serta memberi pelatihan menulis