Arab Saudi Larang Siaran Langsung Shalat dari Masjidil Haram

SELAIN penghentian tayangan siaran langsung dari Masjidil Haran, pihak Kerajaan Arab Saudi juga menerapkan sejumlah aturan baru selama Ramadhan ini yaitu kebijakan larangan pengumpulan sumbangan keuangan oleh karyawan masjid untuk menggelar buka puasa bagi para Muslim di berbagai wilayah Saudi.

Kementerian mengatakan, organisasi yang berencana mengadakan program buka puasa harus mengajukan izin dan persetujuan dari kementerian. Mereka juga menekankan organisasi non-pemerintah yang membagikan makanan buka puasa kepada jamaah di masjid harus berkoordinasi dengan imam masjid masing-masing.

Organisasi swasta dan individu yang mengadakan buka puasa bersama harus mematuhi pedoman standar dan peraturan yang disetujui oleh Kementerian. Mereka tidak boleh boros dan berfoya-foya saat membagikan makanan buka puasa.

Acara buka bersama di Masjidil Haram

Larangan ini diumumkan karena Arab Saudi telah mempersiapkan agenda buka puasa bersama di tempat-tempat tertentu.

Tak hanya itu, pihak yang mengadakan buka puasa bersama juga diwajibkan menyediakan makanan dari toko-toko yang telah dilisensi oleh pemerintah kota. Jika mereka menerima sumbangan makanan berbuka puasa dalam bentuk barang, mereka harus mengambilnya dari toko yang disetujui.

Kementerian Agama Saudi menekankan, acara buka puasa bersama hanya terbatas pada tempat yang disiapkan dan halaman masjid. Agenda buka puasa juga harus berada di bawah tanggung jawab imam masjid atau muadzin.

Adapun organisasi yang berencana mengadakan program Dakwah di sela-sela acara buka puasa harus mengajukan izin.

Dalam pernyataan itu juga menekankan, pentingnya membersihkan tempat-tempat yang ditunjuk untuk menggelar buka puasa, segera setelah acaranya selesai.

Lebih lanjut, bagi organisasi yang berencana mengadakan kegiatan buka puasa bersama di dalam tenda Ramadhan harus mematuhi spesifikasi dan standar yang disetujui untuk tenda oleh pihak berwenang terkait.

Selain itu, mereka harus mendapatkan izin dari Pertahanan Sipil untuk mendirikan tenda Ramadhan, serta mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh kementerian dan otoritas yang berwenang untuk mengatasi keadaan darurat.

Pedoman tersebut juga akan berlaku untuk organisasi yang tidak berada di bawah pengawasan Kementerian, jika mereka ingin mengadakan proyek buka puasa di masjid-masjid di seluruh Kerajaan.

Banyak warganet di negara Arab yang berkomentar bahwa mereka melihat ibadah shalat di televisi karena tak bisa berkunjung atau melakukan haji dan umroh.

Tak elak, keputusan Arab Saudi tak menyiarkan sholat di Masjidil Haram itu membuat geram para pengguna media sosial. (SPA/The Gulf/dms)

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.