Belajar Bangkit dan Menang dari Semut – Menulis Kehidupan-120

Kata orang, hidup adalah perjuangan. Perjuangan merawat jiwa raga, perjuangan penuhi kebutuhan, perjuangan meraih cita-cita, perjuangan berada dan menjadi, perjuangan memiliki dan berbagi, perjuangan… sampai raga terpisahkan jiwa kembali ke asali.

Untuk memaknai perjuangan hidup, banyak tempat belajarnya; daribpengalaman sesama dan juga dari alam lingkungan semesta. Ada pengorbanan, ada jatuh bangun, ada sukses atau gagal dalam perjuangan. Merenungkan perjuangan, saya catat dalam sajak-sajak tentang alam lingkungan – lilin, semut, kura-kura, dan lainnya: Berguru pada Semut.

Wahai semut
Adamu di mana-mana
meskipun kalian kecil sederhana
Di dalam tanah, di rumah, di hutan, di atas pohon dan gedung tinggi
Ikut terbang di pesawat
Wow… luar biasa

Wahai semut
Kalian punya bahasa sendiri
setiap berjumpa saling mencium
Bekerja tak kenal lelah
secara bergotong royong siang dan malam
Entah siapa yang beri komando
Entah untuk apa hasil kerjamu
Tanpa suara berbusa
tapi hasil kerja nyata
Tanpa ada sarana digital
tapi informasi begitu canggih
Saat ada bahaya dan ketika ada makanan
Entah dari mana diketahui.

Wahai para semut
padamu aku belajar
bagaimana bekerja keras
bagaimana berkomunikasi secara pribadi dan efektif
bagaimana bangkit dan beradaptasi
bagaimana berjuang dan menang
bagaimana relasi dan berkolaborasi.

Wahai para semut
padamu aku berguru
bagaimana bisa berguna
dalam mengarungi hidup
dalam menata sosok pribadi
dalam mengukir lembar waktu
dalam mencetak jejak telapak
dalam mengolah pikiran
dalam menghias nurani jiwa
Agar hasilkan karya nyata
kehidupan yang bermakna.