Ada perayaan Hari Kartini, mengenang pahlawan emansipasi bangsa RA Kartini, mengingatkan ibuku, para saudari, istri, anak gadis dan kaum perempuan bagi kehidupan setiap manusia.
Dalam bulan Mei, umat Katholik juga mempunyai doa dan devosi khusus kepada Bunda Perawan Maria. Gadis sahaja yang memmiliki tempat istimewa dalam kehidupan iman umat Kristiani.
Maka renungan, ungkapan hormat dan syukur kutulis dalam sajak: Hari Peringatan Kartini Milenial dan Kesaktian Sang Ayu
1 Hari Peringatan Kartini Milenial
21 April 2022 berlalu
Hari Kartini diperingati
oleh para penerus generasi
putra-putri pewaris negeri
Mengenang jasa para pahlawan
Mengingat perjuangan leluhur
yang wariskan kemerdekaan
Negara Republik Indonesia
Kartini, Sang Pejuang Emansipasi
Perempuan bermata purnama
Wanita bersanubari angkasa
Ibu berjiwa mentari
Sang pejuang berwajah ayu
Anak-anak negeri
berlari dengan jemari
menggenggam dunia dalam telapak
lupa pada air mata ibu
tak tahu rahim dan susu
mama yang hidupkan dirinya
Tetapi
lebih hafal nama artis
lebih sayang bintang idola
lebih teringat grup medsos
dan paling akrab dengan konten kesukaan dirinya dalam gadget atau komputer
Putra-putri pewaris bangsa
saat Hari Kartini diperingati
Mereka jawab dengan tanya
“Siapakah itu Kartini
bintang kartun atau nama game terbaru
Atau tokoh medsos negara mana ?”
Padahal…..
itu ibu yang melahirkan
itu mama yang menyusui
itu perempuan yang belikan gadget dan kalahkan belanja dapur demi pulsa data
Karena
putra-putri nya mengancam akan mogok makan dan tidak mau sekolah
“Bu, harus isikan pulsa data sekarang, karena ada banyak tugas guru dan harus cari materi di internet untuk sekolah….”
Kado Hari Kartini untuk Ibu
adalah anak dipanggil Ibu
tidak lagi dijawab
karena telinganya tertutup headset
Pikiran direnggut medsos
dan nurani jiwa terbang
Entah kemana….
Para Ibu kaum Kartini
semakin asing dari putra-putrinya
“Habis terang, sekarang silau digital milenial
dan mata nalar jadi samar melihat
mata nurani jiwa gulita
Generasi zaman now sedang berkelana di dunia maya
Membangun pribadi dan istananya dengan jemari
Ciptakan masa depan di luar angkasa jagat
dengan angan digital
Kartini – kaum perempuan
Para ibu generasi bangsa
Peringati Hari Kartini
dengan aneka tanya dan air mata
Tentang rahim dan air susu yang mengandung dan membesarkan anak-anaknya
Tentang sulitnya sembako dan harga yang terus melonjak
Tentang dapur yang harus mengepul dan kesulitan lapangan kerja
Tentang ancaman dan dampak pandemi covid19
Tentang hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme dan aneka kejahatan milenial
Tentang kebrutalan generasi yang dilahirkan tetapi semakin tidak dikenal sosok pribadinya
Dan
masih panjang deretan tanya
tentang nasib masa depan putra-putrinya
dan siapa dirinya sebagai ibu
Peringatan Hari Kartini sekarang
di tengah kilau digital milenial
menoreh luka lara derita
dalam jiwa raga ibu
kaum perempuan yang terhormat
Karena
kemajuan iptek milenial
telah memisahkan relasi kodrati
para Ibu – kaum Kartini
dengan anak buah rahim
dengan putra-putri yang dilahirkan
penerus generasi bangsa
pewaris kehidupan di tanah air ini
“Ini zaman now, zaman digital milenial, dengan budaya gaul, berjalan dan terbang dengan jari jemari, realitas ideal adalah dunia maya, kehidupan sedang berevolusi menuju robot,
peradaban sedang revolusi menuju kepunahan…
Genersi insani sedang dibunuh secara sistematis, masif, terstruktur dan pasti”
2 Kesaktian Sang Ayu
Ada sosok lembut ayu
dengan jemari nurani
merobek tembok gulita zaman
Bibir lembut mencium kezaliman
Paras cantik menghadang senjata
Naik tangga-tangga awan
Gendong purnama bawa pulang
bagikan pada kaum perempuan
Percik-percik cahaya
menyatu menjadi terang
dalam gelap malam
saat penjajahan dan perang
“Habis gelap terbitlah terang….”
Perempuan bermata purnama
Merobek tembok gulita
dengan jemari nurani
dalam ajimat mantra sakti
doa bisu seorang ibu
Simply da Flores
Harmony Institute






