Ketika mantan gubernur yang pernah masuk penjara itu muncul di tempat umum, menjajal transpotasi umum yang dibangunnya, masyarakat heboh.
Ada yang memeluknya, meminta berfoto bersama, sekadar menatap haru dari kejauhan, boleh jadi ada yang mencium tangannya atau bahkan diam-diam meneteskan airmata.
Sungguh berbeda dengan penggantinya. Dia juga kadang ‘turun’ mendekati warga. Berusaha mendekati warga. Juga mencoba menaiki transportasi umum untuk berbaur dengan warga. Sambil berharap (tak mungkin tak berharap!), warga menyambutnya dengan gegap gempita.
Tapi di tempat umum, warga menyambutnya dengan dingin, tak acuh, tak peduli bahkan ada yang berekspresi dengan tatapan yang .. susah digambarkan ..!
Aku hanya membayangkan, kira-kira bagaimana perasaan gubernur pengganti, menyaksikan, membandingkan foto-foto gubernur lama dan dirinya?
Tak pernahkah ada sebersit keinginan sekilas, sekilas saja. Merasakan sambutan hangat dari warga yang dijumpainya..?!
Adakah perasaan dan keinginan itu dipendam atau bahkan sudah dihapusnya,…sementara masa kerjanya (seandainya ia benar-benar mampu bekerja) tinggal hitungan bulan
Aries Tanjung






