Lagu baru band Pop Melayu melankolis ini menceritakan tentang sesuatu kejadian yang tidak sesuai fakta. Siapa pelakunya, tapi siapa yang kemudian merasa menjadi korban. Ada yang selingkuh, tapi sebaliknya pasangannya-lah yang dituduh selingkuh, kata Apoy, penciptanya.
Seide.id. – Ada banyak urusan yang kini dkaitkan dengan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi, jendral yang merancang pembunuhan ajudannya sendiri, Brigadir J. Polisi polisi yang nakal dan menyimpang, dikaitkan dengan Sambo, bahkan berkurangnya polisi di jalan juga dikaitkan dengan malu karena adanya kasus Sambo.
Tak pelak, ketika ada band menawarkan judul Kamu Bohong, lagu itu pun terkait dengan isu yang aktual, Ferdy Sambo, yang membohongi warga seantero Indonesia.
Lagu Kamu Bohong menceritakan tentang sesuatu kejadian yang tidak sesuai fakta. Siapa pelakunya, tapi siapa yang kemudian merasa menjadi korban. Ada yang selingkuh, tapi sebaliknya pasangannya-lah yang dituduh selingkuh, kata Apoy, penciptanya.
“Seperti orang yang playing victim. Sebelumnya, lagu-lagu WALI itu lebih mengarah kepada frase-frase yang positif. Maksudnya adalah bagaimana cinta berbalas cinta, suka berbalas suka. Tapi, kali ini kami mencoba memberikan dinamika baru dalam frase-frase Wali, yaitu suka tidak berbalas suka. Ada berbau negatifnya; cinta tidak berbalas cinta,” jelas Apoy.
“Ada yang selingkuh, tetapi sebaliknya pasangannya-lah yang dituduh selingkuh. “Seperti orang yang playing victim,” kata Apoy.
Wali Band yang nge-hit sejak lagu Baik-baik Sayang itu hampir tidak pernah menyentuh konsep musik dan lirik seperti yang ditawarkan pada lagu barunya ini
Wali Band bergenre lokal pop melayu melankolis yang populer sejak 2008 terdiri dari Faank (vokal), Ihsan Bustomi (Drum), Endang (Bass), Raden (Gitar Rhythm), dan Apoy (Lead Gitar). Ada Ovie di keyboard). “Apa pun persepsi orang tentang Melayu, ada kebanggaan disitu karena Indonesia rasnya Melayu,” kata Apoy di Jakarta.
Menurut Apoy, lagu tersebut adalah satu nomor tak biasa bagi Wali. Sebab, mereka hampir tidak pernah menyentuh konsep musik dan lirik seperti lagu Kamu Bohong.
“Kental slow Melayu 80 atau 90-an. Tidak upbeat, mendayu-dayu, passing beat-nya juga lamban,” kata Apoy di Jakarta, baru-baru ini.
Sejak merilis album Orang Bilang pada 2008, warna musik Wali dimasukkan ke dalam genrep pop Melayu atau lokal pop kreatif. “Wacana tersebut menambah semangat kami untuk kembali menyajikan karya atau produk yang mengarah kepada Melayu,” ujar Apoy.
Sebelumnya, band yang beranggotakan Apoy (gitar), Faank (vokal), Ovie (keyboard), dan Tomi (drum) ini merilis single Until Jannah dan Treending Taufiq Walhidayah.
Gitaris Terbaik versi SCTV Awards 2014 itu mengatakan ada kebanggaan saat Melayu naik lagi. “Karena Indonesia rasnya Melayu,” imbuhnya. – dms.





