Saham Fatamorgana Seharga Rp 1

Saham Fatamorgana Seharga Rp 1

Jika warung tetangga saya yang bagus itu ternyata rugi, bersediakah Anda memberi pinjaman kepadanya?

(Foto: Retizen)

Seseorang yang sedang haus, berjalan di padang gurun lalu melihat limpahan air di depannya. Orang itu lari, namun semakin jauh, air itu tak ada. Itulah fatamorgana. 

Fatamorgana adalah sebuah fenomena ilusi optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas, di padang pasir atau padang es, contohnya. Fatamorgana terjadi akibat pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada.

Dalam bisnis saat ini, ketika dunia digital menjadi tumpah bagi para pebisnis dalam menjaring uang masyarakat melalui aplikasi dan saham, bisnis konglomerasi ini juga seperti fatamorgana. Dari jauh tampak melimpah uang, namun itu hanya ilusi. Fatamorgana.

Anda tahu Gojek? Perusahaan raksasa yang menguasai pengiriman makanan dan mengantar orang, melalui GoRide, GoCar, GoFoot, GoSend, GoMart, dan banyak lagi, transaksinya mencapai Rp 170 triliun. 

Anda tahu Tokopedia, tempat jual berbagai kebutuhan manusia dengan transaksi sebesar Rp 18,5 triliun per bulan?

Yang mungkin belum Anda tahu adalah gabungan perusahaan keduanya Gojek dan Tokopedia dengan nama Goto, jika digabung tentunya menjadi perusahaan raksasa dengan profit melimpah. 

Tapi, sebentar. 

Dari prospektus di bursa saham, kita bisa membaca bahwa Goto tahun lalu-2021-rugi bersih Rp 11,58 triliun. Sekarang mereka sedang cari pendanaan lewat IPO (initial dengan target perolehan dana sebanyak Rp 17,99 triliun melalui 52 miliar saham atau harga per saham Rp 345,-yang ditawarkan di harga Rp 316-Rp 346. Bahkan, yang dilepas kabarnya hanya 4,35% atau sebanyak 2.262.000.000 saham. 

Jika dilihat dari harga, potensi pendapatan serta berbagai perusahaan pemegang saham di Goto memang menarik. Itu fatamorgana.

Orang membeli saham mementingkan profit, keuntungan. Tetapi, membeli saham bukan hanya angka. Lebih pada fundamental bisnis mereka. Lebih pada capaian kinerja mereka. Profit mereka. 

Kalau perusahaan rugi, Anda mau membeli sahamnya? Yang untung, namun share profitnya kecil saja, para investor sekarang berpikir lama.

Saya ingat waktu tinggal di kampung. Warung tetangga saya itu dua tahun berturut-turut rugi sekitar Rp 30 juta per tahun. Sekarang, mereka mau pinjam Rp 100 juta untuk meneruskan bisnis warung mereka. Anda mau memberi pinjaman ke warung tetangga saya? Tetangga sebelahnya diminta memberi pinjaman Rp 1 saja menolak.

BACAAN LAIN

Stop Mempromosikan Orang Buruk

Ini Alasan Mengapa Masih Lebih Baik Investasi pada Kripto

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.