Bitcoin/ BTC menjadi raja koin kripto, namun Shiba Inu (Shib) paling populer dan banyak dicari di mesin pencarian (Foto: Chronicle Live)
Mulai 1 Mei 2022, Pemerintah Indonesia – juga pemerintah negara-negara lain – sudah mulai mengenakan pajak kripto. Jika diberlakukan pajak atasnya, berarti sebuah barang atau sesuatu sudah diakui pemerintah setempat. Begitu juga dengan aset kripto. Tatkala pemerintah sudah mengakui uang kripto, ada kepastian hukum untuknya.
Investasi disahkan pemerintah artinya memberi ketenangan dan perangkat hukum atas investasi yang bersangkutan.
Hari ini, atau besok, saat pengenaan pajak kripto dimulai, bukan waktu yang terlambat bagi Anda untuk berinvestasi di kripto. Kripto mana yang akan Anda manfaatkan untuk investasi? Saya percepat pilihan: mana yang lebih Anda pilih, investasi pada aset kripto Bitcoin (BTC) atau Shiba Inu (Shib)?
Bitcoin adalah uang kripto pertama yang diciptakan orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Fungsi utama yang ingin dicapai Bitcoin adalah untuk perdagangan dan pembayaran berbagai keperluan. Ini belum tercapai di Bitcoin. Pun begitu, karena ia krito pertama, ia mencapai manfaat investasi dan perdagangan.
Namun, harga Bitcoin telah melebihi angan-angan siapapun. Dari harga awal Rp 0 pada 2009 hingga Rp 14 pada 2010, dan sekarang tahun 2022 di harga Rp 600.000.000, telah menjadikan Bitcoin yang lahir pada 2009 raja koin kripto, nomor 1 sejagad. Market cap Bitcoin saat ini mencapai 761.177.000.000 dollar AS atau senilai Rp 10.960.948.800.000.000. Dengan jumlah koin total 21.000.000 BTC, kini tinggal 2.000.000 BTC. Bitcoin mendominasi 40,71% dari total market cap semua aset kripto dunia.
Sementara itu, Shiba Inu lahir karena keinginannya untuk menjadi penakluk DogeCoin, yang populer sebagai meme koin yang mendapatkan pengaruh besar di masyarakat. Sama halnya dengan pencipta Bitcoin, pembuat meme token Shib ini memiliki nama samaran Ryoshi, yang masih aktif melakukan komunikasi dengan komunitasnya.
Harga Shiba Inu juga dimulai dari Rp 0, hingga saat ini Rp 0,30, telah naik jutaan persen. Shiba Inu dengan aset kripto Shib, memiliki pasokan 1.000 triliun, yang sekarang tinggal 500 triliun setelah dibakar oleh Vitarik Butterin, sosok dibalik Ethereum. Market cap Shiba Inu hari ini mencapai 355.301.000.000 dollar AS atau Rp 13 triliun dengan suplai token sebanyak 589.735.000.000.000.
Jadi, mana investasi yang Anda pilih? Bitcoin atau Shiba Inu?
JIka saat ini Anda masuk ke cryptocurrency dan akan berinvestasi, untuk membeli 1 Bitcoin, Anda harus membayar senilai RP 600.000.000. Harga Bitcoin pernah tertinggi di angka RP 912.000.000 dan diramal oleh dua tokoh ekonomi dan institusi keuangan di AS, harga Bitcoin bisa mencapai Rp 1,2 miliar/koin. Jika Anda membeli Bitcoin untuk investasi antara 2-3 tahun, dan jika benar harga Bitcoin mencapai angka Rp 1,2 M, maka Anda akan mempeokeh keuntungan investasi sebesar Rp 600.00.,000.
Bagaimana dengan Shiba Inu?
Jika membeli Shiba Inu dengan uang senilai 1 Bitcoin atau Rp 600.000.000, Anda akan memperoleh 1.600.000.000.000 Shib. Menurut beberapa pakar dan keinginan pengguna Shiba Inu, mereka berharap harga Shiba Inu bisa naik ke angka Rp 1 atau 1 dollar AS (Rp 14.400).
Gampangnya, jika Aanda memiliki 1.600.000.000.000 Shib dan harga Shib naik menjadi Rp 1 saja, maka anda menjadi milader dengan uang Rp 1,6 triliun. Jika harga Shib mencapai 1 sen dollar AS atau Rp 76, maka anda mendadak jadi sultan Indonesia dengan harta kekayaan sebesar Rp 121.600.000.000.000 (Rp 12 triliun). Dan jika benar seperti uangkapan para tokoh kripto bahwa Shiba Inu bisa di harga 1 dollar AS atau Rp 14.300, berapa yang akan Anda peroleh dari investasi Anda dalam 3-5 tahun ke depan?
Sudahlah. Shiba Inu naik 1 sen saja, kekayaan kita Rp 1,6 triliun. Apalagi dengan kurs per Shib Rp 14.300. Kenikmatan investasi mana lagi yang engkau dustakan…
BACA LAINNYA
Pilih Investasi Kripto yang Memiliki Market Cap






