Sama halnya dengan menata furnitur sebagai interior rumah, taman pun perlu ditata dengan komposisi tepat agar terlihat cantik. Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan.
-Ukuran
Hal dasar ini akan menentukan jenis tanaman dan desain taman yang sebaiknya diterapkan guna memberi estetika, hingga tidak terlihat berlebihan ataupun berantakan. Taman yang mungil, contohnya, bisa dijadikan pilihan untuk mengimbangi ukuran rumah yang tidak terlalu luas. Desain yang simple bisa dijadikan pilihan, hingga desain arsitektur rumah tetap bisa lebih menonjol.
-Desain
Penentuan desain taman sebaiknya dilakukan pada tahap awal guna memudahkan pemilihan tanaman maupun ornamen yang akan dipakai. Desain taman ini bisa disesuaikan dengan kondisi atau gaya arsitektur rumah hingga tercipta keselarasan.
Secara keseluruhan, desain taman akan menentukan jenis tanaman, baik tampilan daun maupun warna bunga yang akan menjadi pilihan. Untuk desain sederhana, bisa memilih tanaman berdaun kecil atau menggunakan maksimal dua jenis bunga yang warnanya selaras dengan tanaman daun lainnya.
-Ornamen
Menghadirkan ornamen di taman menjadi elemen pendukung estetika taman yang mampu mengentalkan gaya taman yang ingin diciptakan.
Menggunakan air mancur berbentuk pagoda, contohnya, cocok untuk taman bergaya Jepang. Atau pilihan berupa patung anak kecil untuk gaya Eropa klasik.
-Komposisi
Cermatilah komposisi dan gradasi penyebaran jenis tanaman. Caranya? Dengan memperhatikan ukuran daun, bentuk dahan maupun ranting agar sedap dipandang. Tanaman berukuran besar biasanya diletakkan di bagian sisi atau sebagai pembentuk taman secara keseluruhan.
Sementara tanaman berdaun kecil atau sedang diletakkan di tengah sebagai pengisi taman. Bisa juga dengan memilih satu tanaman berukuran tinggi sebagai focal point kemudian sandingkan dengan rumput yang menutupi tanah. Saat malam tiba, tanaman yang menjadi focal point ini mampu menghadirkan siluet cantik melalui teknik pencahayaan yang tepat.
Puspa – Kompas



