Inilah Aku, Pakailah – Catatan pada Halaman ke-18

Sudah berjam-jam saya duduk pada pagi yang dingin ini, ingin menulis tentang tagline Semakin Mengasihi, tetapi tak ada satupun ide yang rela hadir. Mungkin mereka juga sedang wegah, aras-arasen alias mager. Yo wis.

Kemarin sore, saya menerima WhataApp dari seseorang yang tidak saya kenal, tetapi dia tampaknya kenal.

“Pak Steven, selamat sore. Salam kenal. Nama saya Juwita (bukan nama sesungguhnya). Saya dosen fakultas X yang baru saja diangkat jadi koordinator MatKul CCT. (Critical and Crestive Thinking). Bolehkah saya “meminta” materi kuliahnya? (Saya adalah salah satu kreator mata kuliah ini dan sudah mengajarkannya sejak September 2011).

“Duh, koq enak banget ya”, batin saya.

“Saya butuh waktu lama, pikiran, dan juga biaya untuk menciptakannya sampai saat ini. Juga sudah lulus uji kualitas. Sudah dapat sertifikasi hak cipta dari HAKI. Masa sih mau diberikan begitu saja,” gerundelku.

Tapi, kalau saya pikir-pikir, dia memang untung dan sebenarnya saya juga tidak rugi. Malah bisa buat orang lain senang, ilmu juga bisa berkembang. Ibarat pohon akan tumbuh batang yang baru. Mungkin ini jawabannya, semakin mengasihi artinya makin rela berbagi untuk sesuatu yang lebih besar.

WhatsApp-nya belum saya jawab sampai pagi ini. Dan, baru saja saya balas ,“Oke , nanti saya kirim.”send.

Tiba-tiba “cengkling“, ada jawaban dari sana: “Selamat pagi Bapak. Alhamdullilah. Saya menunggu jawaban ini. Lega sekali. Terima kasih Bapakku.”

Tak ada komen lagi dari saya. Tuhan telah mengirim Wasiat lewat WhatsApp untuk saya jalankan. INILAH AKU, PAKAILAH!

Penulis Jlitheng

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.