Pangeran Charles secara resmi diumumkan sebagai Raja Baru Inggris di Dewan Aksesi, yang diadakan di Istana St James. Raja baru di Inggris dengan sebutan Raja Charless III menyatakan, kematian Ratu sebagai “kehilangan yang tidak tergantikan”. ‘Tanggung jawab besar ini sekarang diwariskan kepada saya” katanya, dalam upacara bersejarah. foto Royal.uk.
Seide.id. – Pangeran Charles ditetapkan menjadi raja baru Inggris. Dia ditetapkan sebagai raja secara resmi dalam upacara khusus pada Sabtu (10/09), sehari setelah menyampaikan pidato berisi ungkapan duka, kehilangan dan terima kasih kepada ‘Mama sayang’ atas cinta dan pengabdiannya.
Meninggalnya Ratu Elizabeth II mengantarkan Raja Charles III sebagai penerus takhta kerajaan Inggris.
Sementara itu, kerajaan Inggris secara resmi memberikan gelar Queen Consort atau permaisuri pada Camilla, istri kedua Raja Charles III. Sesuai keinginan mendiang Ratu ingin agar Camilla dikenal dengan gelar permaisuri ketika Raja Charles III naik takhta.
“Ketika putraku Charles III secara penuh menjadi raja, aku tahu kalian akan memberikan dia dan istrinya Camilla dukungan seperti yang kalian berikan padaku. Adalah keinginan tulusku ketika waktunya tiba, Camilla akan dikenal sebagai permaisuri, selagi ia melakukan pelayanan kesetiaannya,” kata sang Ratu Elizabeth II, pada malam Platinum Jubilee, peringatan 70 tahun sejak sang ratu naik takhta, Juni 2022 lalu.
Acara Penobatan Pangeran Charles sebagai Raja Inggris ini dihadiri oleh anggota Dewan Penasihat (sekelompok politikus senior yang secara resmi menasihati raja), dan dibagi menjadi dua bagian, dan Charles hanya hadir untuk yang kedua. BBC melaporkan
Tiupan terompet mengawali prosesi penetapan raja baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kerajaan Inggris, upacara penetapan raja disiarkan lewat televisi.
Bagian pertama adalah pengumuman resmi bahwa Ratu dinyatakan meninggal, nama raja baru dibacakan, sebuah dokumen ditandatangani, dan dibacakan dari balkon – dokumen sama akan dibacakan di Belfast, Cardiff dan Edinburgh.
Pada bagian kedua prosesi ini, Raja Charles menyampaikan pernyataan pribadinya, yang diawali dengan mengumumkan secara resmi di hadapan Dewan Penasihat kematian “ibu tercinta, Baginda Ratu”.
“Seluruh dunia bersimpati bersama saya dalam menghadapi kehilangan menyedihkan yang kita rasakan bersama-sama,” ucap Raja Charles III dalam pidatonya sebelum penandatanganan dokumen. “Ibu saya telah memberikan contoh pengabdian dan cinta yang tidak egois sepanjang hidup,” lanjutnya.
“Takhta ibu saya tidak ada bandingannya dalam hal waktu, dedikasi, dan pengabdian. Bahkan ketika kita berduka, kita berterima kasih atas pengabdian hidupnya.”
Prosesi juga dihadiri oleh penerus takhta Pangeran William dan Camilla, yang juga dilantik sebagai Permaisuri.
Raja Charles juga mengaku “menyadari warisan ini” dan berkata “tugas dan tanggung jawab besar ini sekarang diberikan kepada saya.”
Tak lupa, Raja Charles mengucapkan terima kasih kepada Permaisuri Camilla. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan tak habis-habisnya dari istri saya tercinta.”
Usai pidatonya, Raja Charles menandatangani sumpah yang baru saja dideklarasikannya di hadapan Dewan Penasihat.
Dalam prosesi ini juga, William kini resmi bergelar Prince of Wales, dan Camilla sebagai Queen Consort.
Penobatan Raja Charles III mungkin baru akan berlangsung berbulan-bulan mendatang. Penobatan Ratu Elizabeth II diadakan 16 bulan setelah kematian ayahnya. Penobatan Ratu Elizabeth diadakan pada Juni 1953.
Upacara penetapan raja baru dihadiri oleh para mantan perdana menteri Inggris. Sebanyak enam mantan Perdana Menteri Inggris, Sir John Major, Tony Blair, Gordon Brown, David Cameron, Theresa May dan Boris Johnson menghadiri upacara penetapan raja baru. – bbc/dms






