Seide.id – Seorang sahabat diajak temannya melakukan detoks di sebuah kota. Selama menjalani program detoks menurut cerita putrinya, hanya mengonsumsi sayur mayur buah dan cukak apel.
Diceriterakan kalau teman saya itu pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit di Jakarta. Dokter memutuskan masuk ICU. Terjadi perdarahan lambung, gagal ginjal, dan payah jantung. Hanya beberapa hari dirawat di ICU kemarin meninggal dunia. Seorang temannya juga mengalami hal serupa, dan masuk ICU, namun dibawa berobat ke Taiwan.
Pelajaran yang mahal bagi kita. Bahwa tidak sembarangan memilih cara menyehatkan, termasuk tawaran detoks, melangsingkan badan, kuras usus, dan banyak lagi tawaran yang di mata medik belum jelas cara kerja, dan terlebih penting perlu diperhatikan apakah tindakan atau cara penyembuhan atau penyehatan itu tergolong aman.
Dan yang menyatakan aman tidaknya bukanlah kalangan awam, melainkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Kita mengacu pada otoritas. Juga perihal tawaran teknologi baru kursi elektrik, atau alat magnet, atau apapun, harus jelas dulu apakah sudah teruji khasiat selain apakah juga aman bagi tubuh kita.
Kita berpegang pada kredibilitas FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat. Tanpa disertai sertifikat FDA sebaiknya tidak kita terima cara, atau teknologi, atau pemberian bahan berkhasiat. Apalagi kalau cara penyembuhan, atau pengobatan, atau tawaran yang bersifat medik diberikan oleh pihak yang tidak berkompeten, dan bukan berlatar belakang medik.
Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul






