Diduga Membuat Skenario Baku Tembak Ini Peranan Fahmi Alamsyah

Seide.id Fahmi Alamsyah diduga ikut terlibat dalam pembuatan skenario rekayasa baku tembak antara Bharada E (Richard Eliezer) dengan Brigadir J (Josua Nofryansah Hutabarat), yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Peranannya pun diungkap. Ia diduga membantu Irjen Ferdy Sambo dalam menyusun draft skenario keterangan pers bagi awak media terkait kematian Brigadir J, pada 8 Juli 2022.

Sebelum mengundurkan diri, Fahmi
Alamsyah tercatat sebagai Penasihat Ahli Bidang Komunikasi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Namun yang dilakukan, dijelaskan oleh Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum, Chairul Huda, tidak ada hubungan dengan tugas Fahmi sebagai salah seorang Penasehat Ahli

“Bantuan Fahmi Alamsyah kepada Ferdy Sambo tak ada kaitannya dengan tugas dan jajaran penasihat Kapolri,” kata Chairul Huda, Kamis (11/8/ 2022)

“Kalaupun dihubung-hubungkan, itu urusan pribadi dia,” sambungnya.

Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum, Chairul Huda

Upaya penggiringan

Chairul juga mengaku, Fahmi Alamsyah berupaya menggiring dirinya dan rekan lainya untuk mempercayai skenario bahwa pembunuhan yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo tersebut akibat baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J.

Upaya penggiringan opini ini, lanjut Chairul, terjadi saat para penasihat ahli Kapolri mendiskusikan saran terbaik untuk Kapolri Listyo.

“Dia menyampaikan masukan-masukan (di forum diskusi ) yang menggiring kami untuk percaya skenario itu. Kan kurang ajar namanya itu,” ungkapnya.

“Dia bilang (mundur sebagai Penasihat Kapolri) supaya tidak membebani, justru sangat membebani karena dia tahu tentang peristiwa itu, katakanlah versi Pak Ferdy Sambo, tapi kami malah tahunya dari media, dari Humas. Dia mengubur informasi,” lanjutnya.

Chairul menceritakan, Fahmi Alamsyah mengirim sejumlah tautan berita dengan narasi seperti yang dibuat Ferdy Sambo.

Ia pun curiga, bahwa Fahmi telah mengarahkan media-media itu untuk memuat tulisan tersebut.

“Dia menyampaikan link-link berita yang menggambarkan peristiwa itu seperti apa yang disampaikan di dalam press release. Boleh jadi link itu dia yang men-drive,” ujarnya.

Dengan latar belakang komunikasi publik yang dimiliki Fahmi, Chairul menilai, bukan tak mungkin dia memiliki relasi yang baik dengan media.

“Bukan tidak mungkin info di medsos yang sedikit banyak seperti membenarkan skenario itu, cerita bohong itu, beliau yang men-drive,” tukasnya.

“Dan itu disodorkan ke kita (para penasihat ahli Kapolri), seolah-olah itu fakta,” sambungnya.

Ada pun pernyataan Chairul ini untuk menanggapi gaduh pengunduran diri Fahmi Alamsyah sebagai Penasihat Ahli Bidang Komunikasi Kapolri sesaat sebelum Kapolri mengumumkan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
(ricke senduk)

Ikuti : Ferdy Sambo: Tidak Luput Dari Khilaf, Saya Minta Maaf

Fahmi Alamsyah Diduga Pembuat Skenario Baku Tembak

Bharada E Ungkap Dirinya Hanya Menjalankan Skenario

LPSK: Istri Sambo Hanya Bisa Ucapkan Malu dan Menangis

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan