Gaya Hidup, ‘Puasa Seorang Supersenior’


Sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi, semisal gandum, ketela rambat, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, ataupun nasi merah. Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula, yang bisa cepat mendatangkan rasa haus saat puasa dijalani. Foto ilustrasi: Heryus Saputro


Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

SEJAK kemarin, lebih selusin sahabat posting saran serupa ke laman WA saya, forwarded bertajuk Tips Berpuasa bagi Lansia (saya lebih suka menyebut “Lansia” sebagai Supersenior) yang sama dikutip dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Saya ungkap balik inti saran itu bagi para sedulur yang menunaikan puasa Ramadhan 1443 Hijriyah / 2022 Masehi. Usahakan membatasi asupan teh dan kopi saat sahur, karena asupan tersebut membuat metabolisme berjalan cepat, sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

Sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi, semisal gandum, ketela rambat, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, ataupun nasi merah.

Saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kaliumm dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi. Mengonsumsi pisang saat berbuka puasa juga sangat baik bagi tubuh kita, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Ini karena seseorang yang sudah di usia lanjut (Supersenior) cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, semisal penyakit jantung, cc coroner dan hipertensi. Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti
gula, yang bisa cepat mendatangkan rasa haus saat puasa dijalani.

Konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur, untuk tujuan menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh, untuk kita lancar beraktivitas pada esok harinya.

Hindari amakanan dan minuman es, karena memudahkan kita kenyang, dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh. Marhaban yaa Ramadhan, para sedulur, Supersenior khususnya. ***

03/04/2022 PK 11:59 WIB

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.