Penulis Jlitheng
Teriman kasih Tuhan, melalui dan dalam perayaan Ekaristi yang kemarin, Minggu, 27 Februari 2022, Engkau berkenan hadir berkunjung dalam rumah anak kami, Sandra dan Fidi, serta dalam hati kami semua.
IItu mengingatkan peristiwa istimewa kunjungan Maria kepada Elizabeth, saudaranya , yang sedang mengandung.
Orang yang mengembangkan keutamaan lahir batin dan membagikannya untuk membangun kehidupan bersama adalah berkat bagi yang lain. Maria mengunjungi Elisabeth artinya kabar baik, yaitu di dalam Tuhan Yesus yang masih dalam kandungan Maria telah datang menjumpai Elisabeth sehingga ketika ia mendengar salam Maria, melonjaklah anak di dalam rahimnya.
Bahasa tubuh itu menjadi gambaran relasi mendatang antara Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus. Sebab orang percaya bahwa gerakan janin didalam rahim mau berbicara tentang masa depannya.
Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus sehingga berseru, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.”
Kata diberkatilah mengungkap karya Allah yang memberi berkat sehingga Maria menjadi perempuan yang paling diberkati.
Sumber dan sasaran berkat itu adalah yang dikandungnya, sebab menurut konsep zaman dulu anaklah yang menyebabkan seorang ibu dipandang terhormat.
Dengan berkat itu Maria dipandang sebagai perempuan yang ambil bagian dalam ikut umat manusia lewat Sang Penebus, yang dikandungnya. Karena itu, jangan ikut menolak Tuhan Yesus, tetapi sambutlah Dia dengan hati murni.
Peristiwa perjumpaan dua perempuan, Maria dan Elisabeth menjadi sangat istimewa sehingga dikatakan bahwa anak di dalam rahim Elisabeth melonjak kegirangan ketika mendengar salam yang diberikan Maria kepadanya dan dia pun penuh dengan Roh Kudus (Luk 1 : 41)
Kehadiran Maria dan Yesus di rumah anak kami, Sandra dan Fidi, dihadirkan dalam diri gembala paroki, melalui perayaan Ekaristi yang dipersembahkannya.
Seperti halnya Elizabeth, Yesus yang hadir dalam rupa Sakramen Maha Kudus yang kami sambut membuat janin, kedua orangtuanya, keluarga, dan kerabat lingkungan begitu bersukacita.
Betapa tidak? Setelah sekian lama tidak sambut karena pandemi, kunjungan Maria dan Yesus melalui gembala paroki, romo Lamma Sihombing dan korwil, kaling lama dan baru, tetangga terdekat, sahabat dekat dan keluarga besar kami, terasa begitu istimewanya.
Kedamaian Ekaristi terasa sempurna dengan denting-denting permainan keyboard mengiringi suara lembut pemazmur yang khusus hadir dari Tasikmalaya.
Salam sehat dan tak jemu berbagi cahaya. Jlitheng.





