HUAAAAHAHAHAHA

Konsultasi dengan tarot reader kok enggak open-openan… lha ya bakal ketahuannn… Woalah Mbak Tinuuuk, Mbak Tinuk.

Atas seizin Mbak Tinuk (bukan nama sebenarnya), aku menuliskan kisah ini.

Jadi, tadi pagi, Mbak Tinuk bertanya apakah pernikahannya masih bisa dipertahankan. Alasannya, suaminya cuek, enggak bisa diajak diskusi dan enggak pernah ngasih uang ke istrinya, yaitu Mbak Tinuk.

Mbak Tinuk sendiri berbisnis warung nasi, yang dulu dimodali penuh oleh suami. Tapi, nasib warung nasinya mbleot, karena banyak diutangi tetangga…

Jadi pertanyaan utama adalah:

  • Apakah sebaiknya dia bercerai
  • Apakah sebaiknya dia pergi saja ke luar negeri menjadi TKW, untuk mencari nafkah..?

Setelah kami buka kartunya… lho, kok lucu.
Kisah yang diceritakan oleh Mbak Tinuk enggak match dengan kartu tarotnya…

Di kartu tarot terlihat bahwa suaminya ini baik… sangaaat memelihara rumah tangga, dan bahkan mencintai istrinya. Dan, kalau diomeli istri, suami ini tidak melawan… melainkan pergi.

Sedangkan, di hati Mbak Tinuk, keterbatasan finansial memang menjadi fokus perhatiannya. Soalnya, suaminya bekerja sebagai driver bus milik negara.

Setelah dikonfirmasi begini, baru deh Mbak Tinuk mengaku bahwa suaminya memang membelikan semua keperluan rumah: beli beras, bayar listrik, bayar keperluan anak, dan membiayai keperluan mandi dan baju ibunya (mereka masih tinggal bersama ibu si suami).

Seketika aku ngakak enggak uwis-uwis… Untungnya Mbak Tinuk juga seorang yang periang dan lucu… Dia ikut ngakak

Lalu, ketika kubuka kartu lagi, aku semakin ngakak. Lha piye… ini Si Mbak sudah minggat kok…

Ade Sikado, sambil tersenyum kalem, menunjukkan kartunya yang sedari tadi sudah di meja (dan terlihat di monitor): Chariot dan
“Mbak sudah pindah ke luar negeri kan?”

“Sudah… hihihi…,” Mbak Tinuk mengaku sambil ngikik.

“Berapa lama, Mbak?” tanya Ade dan Thomas Harry berbarengan.

“Dua tahun…”

Dan, ngakak-ku semakin membahana… Hoahahahaahaha…

Di sela-sela ngakak-ku, aku berterima kasih kepadanya, karena dia telah membuat wajahku hampir terbelah dua karena ketawa…

“Ya Tuhan… mau nanya kok pake malu-malu. Ya sudah deh, jebretin aja.
“Mau tanya, apakah bisa menikah lagi kan, kelak..?”

“Iya Mbak… hahaha…,” Mbak Tinuk ketularan ketawaku… ikut ngakak.

Di sini Ade mengambil alih, “Na, maaf Na, aku ngomong dulu ya…”

“Silakan, De…”

Gini ya Mbak Tinuk… Pernikahan Mbak Tinuk ini sebenarnya baik-baik saja. Tapi, mindset-mu saja yang perlu di-adjust sedikit untuk melihat sikonnya secara adil: suamimu bukannya tidak mau ngasih uang ke kamu, tapi memang sudah habis untuk membiayai rumah tangga… Gitu ya? Kita harus bener dulu nih dalam memandang keadaan….”

“Iya Mbak…”

Dan, aku, yang sudah berhasil meredakan ketawaku, menyambung,
“Iya. Bener Ade. Rumah tanggamu sebetulnya enggak masalah amat. Bisa banget diperbaiki kalau Mbak-nya mau, karena suamimu cinta dan tanggung jawab, meskipun memang terbatas lha wong gajinya cuma segitu. Tapi, kalau kamunya sudah wegah… Ya mau gimana…”

“Iya Mbak… Terus saya masih bisa nikah lagi kan?”

“Kalau kamu sedang pacaran, cek ya… Kalau cowokmu ganteng, mempesona, hati-hati. Kamulah yang nanti bakalan membiayai hidup kalian. Kamu berpotensi diporotin habis-habisan dan dibohongi. Ini CUMA POTENSI ya… Bisa dihindari kalau nalarmu kuat ketika jatuh cinta lagi…”

Lalu kutunjukkan kartu Ten of Swords (10 pedang).

Mbak Tinuk ndomblong melihat kartunya.
“Woooh….”

“Sekali lagi, ini cuma potensi ya. Ini bisa dihindari. Intinya, kalau cowok itu minta uang alasannya untuk biaya beli rumah di kampung untuk masa depan kalian… atau untuk persiapan pernikahan… jangan dikasih…! Dibawa kabur, ntar…!”


Demikianlah kisah nyata hari ini. Semoga bisa menjadi pembelajaran bersama.

——-

Registrasi: 0816 842 570 (Harry)
Durasi per sesi: 40 menit
Harga: Rp 750.000
Layanan reading: dilakukan bersama
oleh Ade, Harry, Nana.
Jadwal
Senin
10.00 – 10.40
11.00 – 11.40
13.00 – 13.40
14.00 – 14.40
15.00 – 15.40
20.00 – 20.40
21.00 – 21.40

Selasa
10.00 – 10.40
11.00 – 11.40
13.00 – 13. 40
14.00 – 14.40
15.00 – 15.40
20.00 – 20.40
21.00 – 21.40

Jumat
10.00 – 10.40
11.00 – 11.40
19.00 – 19.40
20.00 – 20.40
21.00 – 21.40
22.00 – 22.40

Nana Padmo

Hospitality yang Dari Hati

Mencintai Adalah Proses Penciptaan Diri

About Nana Padmosaputra

Penulis, Professional Life Coach, Konsultan Tarot, Co.Founder L.I.K.E Indonesia, Penyiar Radio RPK, 96,3 FM.