Seide.id – Sudah puluhan kali aku diinbox dan di WA teman FaceBook (lelaki dan perempuan) yang berniat pinjam uang untuk modal usaha.
Biasanya diawali dengan kisah sendu urusan perduitan.
Umumnya, jika perempuan, mengeluhkan suami yang sedang ‘terkapar’. Entah karena diPHK, sakit, atau memang punya sejarah panjang sebagai pengangguran dan pekerja serabutan tak jelas.
Aku bukan dinas sosial.
Pula, tidak seorang pun dari mereka yang kukenal secara pribadi. Tapi bukan itu yang membuatku ogah meminjamkan uang. Melainkan karena ini :
Aku mengalami, bikin usaha itu bisa tanpa modal…!
Well… nyaris tanpa modal lah.
Mari kuceritakan salah satu bisnisku ya..
Aku punya catering, yang awalnya cuma mengeluarkan Rp 100.000. Buat beli wadah. Lalu buat belanja bahan makanan. Lalu kufoto.
Lalu kuupload di medsos. Berikut harganya.
Kubikin harganya murah, di bawah harga pasaran… biar orang tertarik coba dulu dan nggak merasa rugi jika ternyata tak sesuai selera mereka.
Kalau ada yang pesan, aku minta dibayar lunas di depan. Nah, tanpa modal kan…?
Karena dengan uang transferan itu, aku belanja bahan masakan dan kemasan.
Kapasitas produksi, sejauh ini mampu 500 pack sehari. Kukerjakan di rumah. Tidak punya tempat khusus. Tidak ada investasi khusus.
Pikiranku cuma :
Bagaimana caranya cari uang tanpa modal besar.
—-> ini yang perlu putar otak, memang.
Beberapa usahaku bermula dari modal dengkul. Ada yang dimulai dari garasi. Tidak sewa toko atau lahan.
Jadi… kalau ada orang mengeluh “Aduuuh.. nggak punya kerjaan nih…,” aku selalu heran. Kenapa tidak menciptakan pekerjaan saja sendiri..? Mulai dari keterampilan yang kita bisa.
Bisanya masak. Ya masak lah.
Bisanya menjahit. Ya menjahit lah.
Bisanya nyetir. Ya ngojek lah.
Bisanya ngajarin. Ya jadi guru les lah.
Pantang energi disalurkan ke mulut ‘bergerak’ untuk mengeluh. Tapi salurkan ke kepala dan tangan, bergerak untuk bekerja.
Aku kenal seorang perempuan yang bisa menghidupi keluarga dan membeli rumah sederhana, dari bikin lemper.
Lemper thok…!!!!
Dia titipkan di pasar, di kantin sekolah anaknya… sampai akhirnya bakery-bakery meminta dia memasoknya.
Lemper thok…!!!!
Perempuan. Temukan kekuatanmu.
Rejeki ada di ujung jari tanganmu.
Gerakkan jarimu itu….! Jangan mulutmu.
Semoga jadi ide….
Jangan lupa membagikan pengalaman Anda .. Harapannya, semoga itu bisa membantu sesama kita yang perlu berjuang untuk diri dan anak-anaknya.
(Nana Padmosaputro)
Tidak Semua Hal Perlu Direspons






