Jangan Sakiti Hati Ibu…

“Saya berhak marah pada Ibu!”

Saya sungguh kaget sekagetnya, ketika saya mendengar seorang anak muda marah-marah pada Ibunya lewat telepon. Dan saya mencoba memalingkan kepala untuk tidak mendengarkannya.

Jujur, hati saya miris, dan sakit sekali. Meskipun wanita yang bicara dengan anak muda itu bukan Ibu saya, tapi saya mengenalnya. Ia adalah istri dari sahabat saya.

Saya mendekati anak muda itu, BT, setelah ia meletakkan hp-nya di meja.

“Maaf, Oom… Ibu bikin emosi,” kata BT. Wajahnya menggelap, tampak dongkol.

“Seharusnya maaf itu kau tujukan untuk Ibumu,” kataku lirih. “Bapakmu sudah datang?”

“Belum, lagi otewe ke sini.”

“Sebaiknya Oom nunggu di mana? Takut mengganggumu.”

“Di sini saja, Oom. Kita ngobrol,” BT menyilakan saya duduk.

Tanpa diminta, ia lalu menceritakan alasannya marah dengan Ibunya.

“Boleh Oom menanggapi?” tanya saya. Meski hubungan orangtua BT dan saya dekat, bahkan seperti bersaudara.

“Sebenarnya, kita marah pada Ibu itu tidak pada tempatnya. Karena Ibu itu yang melahirkan, merawat, membimbing, dan membesarkan kita. Yang ada adalah salah tafsir, dengar, pengertian, atau salah memahami. Sekalipun Ibu berbuat salah, toh tidak harus disalahkan atau dimarahi. Kenyataannya, kita lebih banyak berbuat salah pada Ibu. Sekiranya Ibu marahi kita itu ada dasarnya. Bukan menghakimi, melainkan Ibu mendidik kita agar jadi anak yang baik dan mandiri.”

BT terdiam. Ia marah pada Ibu, karena ada paket belanja online lewat alamat rumah. Tapi Ibu minta padanya agar paket itu dikirim ke rumah yang tengah direnovasi agar Ibu dapat mengeceknya di sana. Dan tidak mondar mandir.

“Terima kasih, ya, Oom. Tadi saya khilaf,” kata BT. “Oom, saya tinggal dulu, ya, mumpung Bapak sudah datang…,” kata BT lalu mengambil kunci motor.

Saya manggut, dan tersenyum.

“BT ke mana, mas…?” tanya saya.

“Pulang. Katanya ada barang yang ketinggalan di rumah. Kenapa tadi ga nitip untuk saya bawain,” Ayah BT geleng-geleng.

Saya mafhum, dan bahagia.

Foto : Shanghaistoneman/Pixabay

Mengosongkan Diri Untuk Diisi

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang