(18) PANGERAN PATI
Pengangkatan atau wisuda seorang putra Raja menjadi Pangeran Pati atau Putra Mahkota sangatlah penting. Tujuannya agar seluruh “kawula” (rakyat) di kerajaan itu tahu bahwa kelak Putra Mahkota itulah yang berhak meneruskan tahta kerajaan Ayodya.
Wisuda Pangeran Pati Kerajaan Ayodya telah dipersiapkan dengan baik. “Ubarampe” (peralatan) yang diperlukan telah lengkap tersedia.
Upacara segera dimulai. Di balai agung kerajaan Ayodya, Prabu Dasarata mewisuda Raden Ramayana atau Raden Ramawijaya sebagai Pangeran Pati.
Pesta di dalam Kerajaan Ayodya diselenggarakan selama 7 hari 7 malam untuk menghormati Raden Ramayana atau Raden Ramawijaya.
(19) DEWI SINTA
Selama menjadi raja di Ayodya, Prabu Dasarata disegani oleh raja-raja dari kerajaan lain. Ia juga menjalankan persahabatan yang baik dengan para raja lainnya.
Di antara para raja itu yang memiliki hubungan erat dengan Prabu Dasarata adalah Prabu Janaka, raja dari Kerajaan Manthili atau Manthilidirja
Prabu Janaka adalah seorang raja yang memiliki wibawa agung luhur dan arif bijaksana.
Ia memiliki seoang anak putri bernama Dewi Sinta. Dewi Sinta berwajah cantik jelita, ramah-tamah, rendah hati, dan berbudi pekerti luhur.
Karena kehalusan budi bahasanya, maka tidaklah heran jika banyak pemuda dari kerajaan lain yang ingin menikahi Dewi Sinta setelah ia beranjak dewasa.
( bersambung )






