Knowledge is Power!

Seide.id -‘Pengetahuan adalah kekuatan!’ kata sebuah quote yang sangat terkenal.

Apakah quote ini benar? Menurut pengalamanku sih tidak..

Lha bagaimana, aku (akrabnya) orang yang suka belajar. Sejak lulus kuliah dan bekerja, aku lebih banyak ‘jajan’ training dan seminar ketimbang jajan kuliner atau baju. Tujuannya adalah : menambah pengetahuan supaya karirku menanjak terus.

Lalu?

Lalu ya tidak ada hasilnya kalau pengetahuan itu tidak kuterapkan. Bagaimana mau jadi power, kalau pengetahuan cuma berhenti di tahap ‘tahu saja’. Tahu tata cara diet, tapi kalau tidak dipraktekkan dengan cara berdiet, ya tidak jadi power kan…?

Knowledge is not yet power

Experience is. Tapi kalau cuma sekali saja pernah diet lalu berhenti… ya itu jadi power yang tidak ada artinya.

Bagaimana kalau dipraktekkan terus? Ya jadi keterampilan. Maka dikatakan :
Skills is power. Tapi juga belum cukup.

Life style, is almost power. Dietnya kemudian menjadi gaya hidup sehari-hari… nah inilah yang akan membawa hasil.

Apalagi jika dibarengi dengan kebijaksanaan.
Di saat orang menjalani hidup dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan maka, di sinilah : Wisdom, is indeed, become POWER!


Ada banyaaak sekali orang yang ingin hidupnya berubah.
~ jadi lebih sukses
~ jadi lebih bahagia
~ jadi lebih sehat
~ jadi lebih kaya
Tetapi tumbang di tengah-tengah proses.

Kenapa?
Ternyata salah di cara berpikir.

Ada 3 cara yang dilakukan oleh orang-orang ketika menghadapi masalah dan tantangan dalam hidup:

1. Dijadikan masalah, lalu dicari solusinya.

2. Diterima dan diikhlaskan sehingga tidak mengganggu lagi, lalu move on
—> dua cara di atas ini, bagus dan efektif.

3. Diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui proses transmutasi.
—> cara ini bagus, efektif, dan mudah.

Matrix adalah proses belajar dan bertumbuh yang fokus pada poin ketiga : masalah diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kenapa dikatakan mudah?
Karena strategi ini akan diprogramkan ke pikiran bawah sadar agar menjadi sebuah kebiasaan bersikap yang baru dalam hidup sehari-hari

Aku sudah belajar ini sejak beberapa tahun yang lalu. Setelah aku memiliki kemampuan untuk mengubah energi negatif menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti keberlimpahan serta mengubah masalah menjadi peluang… hidupku jadi nyaman.

Kenapa? Karena… kalau ada orang yang julid, yang fitnah, bahkan mengirimkan doa buruk alias nyumpahin… semua itu aku ‘terima’ lalu kutransmutasikan menjadi rezeki…

Jadi? Semakin seseorang melemparkan ‘kotoran’ ke arahku, ’kotoran’ itu malah kukumpulkan, lalu kukemas dalam plastik-plastik… lalu kujual..!
Beginilah analoginya
Jadi aku tidak mengeluh lagi kalau ada yang curang, menipu atau jahat padaku. Silakan saja. Nanti kan hidupku malah semakin asiik

Aku mengolah energi positif menjadi rezeki.
Aku mentransmutasi energi negatif, menjadi rezeki juga. Apapun yang datang, kuubah menjadi baik bagiku.

Begitu..

Nana Padmosaputro

Ikuti tulisan Nana Padmosaputro : Ini Soal Sudut Pandang

Avatar photo

About Nana Padmosaputro

Penulis, Professional Life Coach, Konsultan Tarot, Co.Founder L.I.K.E Indonesia, Penyiar Radio RPK, 96,3 FM.