Lima Menit Lagi

Lima Menit lagi

Andaikata orang itu bisa bersabar seperti lelaki yang menunggu anaknya bermain, mungkin anaknya tidak pergi duluan karena kecelakaan. (Foto: Hipwee)

JLITHENG

  • Suatu saat, anak-anak akan makin bertumbuh besar dan dewasa, dan kita tidak akan mendapatkan saat itu kembali*
  • Ĺuangkanlah waktu untuk keluarga agar tidak ada penyesalan di kemudian hari*
  • Janganlah kesibukan menjadi hambatan salah satu hal yang hakiki dalam hidup berkeluarga yakni komunikasi. *Kesibukan tak akan pernah ada habisnya.*

Suatu sore, di sebuah taman bermain, duduk seorang ibu muda bersebelahan dengan seorang pria.

“Itu anak saya,” katanya sambil menunjuk ke arah seorang bocah laki-laki berbaju merah yang sedang bermain perosotan.

“Cakep,” puji pria itu.

“Di sana itu yang sedang main sepeda, pakai baju pink, adalah putri saya,” kata pria tang sama.

Sejenak pria itu melongok arlojinya dan  memanggil putrinya.

_”Iwen, pulang yuk?”

_ Cewek itu menjawab,

_”Lima menit lagi, Ayah?

_ Pria itu mengangguk. Beberapa menit berlalu. Pria itu berdiri lagi dan berseru.

_ “Sudah sore, nih!

_ Kembali putrinya memohon, _Iya, yah. Bentar. Lima meniiit saja.

_ Ia senyum dan berkata _“Iya deh!”_

*”Anda sungguh ayah yang sabar,”* kata peremwpuan yang duduk di sebelahnya.

  • *Sambil menghela napas* pria itu menjawab:

_ Andaikan saya luangkan waktu seperti ini, mungkin Tommy kakak Iwen, masih hidup.

_ *Setahun yang lalu dia meninggal ditabrak truk yang sopirnya mabuk,* _ketika bersepeda sendirian di ujung jalan itu. *Saya menyesal* karena merasa sibuk untuk anak.

Salam sehat dan *selalu ada waktu berbagi cahaya.* 

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.