Seide.id – Mitos-mitos berseliweran dalam kehidupan kita sehari-hari. Malah, ada juga mitos tentang kesehatan mulut, gigi khususnya, pada perempuan hamil. Setidaknya, ada lima mitos mengenai hal itu.
1. Perempuan hamil tidak boleh cabut gigi
Bagaimana jika gigi perempuan hamil sedemikian bermasalah sampai ia tidak bisa mengunyah dan makan sebagaimana semestinya?
Apakah harus menunggu sembilan bulan ke depan sampai bayinya lahir?
Lalu bagaimana asupan makanan bagi janin bila ibunya tidak makan secara proporsional?
Nah, dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu, boleh saja gigi perempuan hamil dicabut. Tentu saja dengan betul-betul mencermati kondisi bahwa giginya sudah sedemikian rusak dan tak bisa dirawat saja.
Pertimbangan lain, gigi bermasalah yang tidak dicabut tentu bisa menyebabkan peradangan. Sementara, jika dicabut, dapat memicu reaksi tubuh yang akan mengeluarkan hormon prostaglandin. Hormon tersebut kemudian bisa memicu terjadinya kontraksi.
Namun dokter akan mengantisipasinya dengan pemberian obat.
2. Perempuan hamil tak boleh menjalani perawatan gusi
Perawatan gusi boleh dilakukan untuk perempuan hamil. Contohnya, pembersihan plak. Alasannya, plak yang tidak dibersihkan menyimpan begitu banyak bakteri. Jika tidak segera ditangani justru bisa menyebabkan radang gusi. Radang gusi yang didiamkan saja sepanjang kehamilan justru akan mendatangkan masalah baru.
Idealnya, sebelum merencanakan kehamilan, calon ibu sudah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Termasuk rutin menjalani kontrol kesehatan gigi, sehingga bila ditemukan masalah bisa segera ditangani.
3. Agar terbebas dari keluhan mual-muntah, perempuan hamil harus hindari pasta gigi
Bisa dimaklumi jika penciuman calon ibu jadi lebih sensitif semasa hamil, sehingga ia tak bisa menahan aroma pasta gigi dan itu memperparah keluhan mual-muntah.
Namun, mitos tersebut harus diluruskan. Soalnya, jika menggosok gigi hanya menggunakan sikat gigi tanpa pasta gigi, bisa-bisa malah kurang bersih dan berpotensi melukai gusi.
Bila penciuman yang jadi keluhan, cobalah atasi dengan memilih pasta gigi yang aromanya lembut. Ada begitu banyak pilihan pasta gigi yang tak terlalu merangsang indera penciumannya.
4. Saat gigi bermasalah, perempuan hamil tidak boleh mengonsumsi antibiotik
Pada kasus-kasus tertentu, ketika calon ibu memerlukan penanganan dengan antibiotik, dokter bisa saja meresepkan jenis obat itu bagi pasiennya. Tentu saja antibiotik dosis ringan yang telah terbukti aman bagi janin dalam rahim calon ibu.
5. Perempuan hamil tak boleh jalani rontgen gigi
Bila memang diperlukan, rontgen gigi boleh dilakukan terhadap perempuan hamil. Tindakan medis ini tidak membahayakan, asalkan sebatas pada rongga mulut saja. Contohnya, panoramic untuk melihat kondisi gigi belakang. Itu boleh-boleh saja, asalkan tetap menggunakan proteksi berupa apron. (Puspa, kontributor AS)




