Aku Ingin Tertawa Terus Karena Aku Belum Mati

Seide.id -Tahun 80-an di India ada kelompok yang bikin klub tertawa. Setiap anggota wajib menyampaikan lelucon paling lucu setiap berkumpul pagi hari. Tujuannya agar semua bisa tertawa. Bukan sekadar tertawa, melainkan tertawa yang sampai terpingkal-pingkal. Tertawa yang menguguncang perut.

Keunikan klub tertawa di India ini, menggugah rasa ingin tahu akademisi di Inggris untuk cari tahu apa di balik kegiatan unik ini. Lalu dilakukan studi. Ternyata tertawa kedapatan memberi manfaat bagi kesehatan. Tertawa kemudian dijadikan terapi. Hormon kebahagiaan meningkat dengan banyak tertawa terpingkal-pingkal.

Anak-anak tertawa 400-an kali sehari. Semakin bertambah umur semakin berkurang hari tertawa kita. Bangsa Jerman susah tertawa, bangsa yang indeks happinessnya tinggi banyak tertawa. Tak disangsikan, tertawa harus dicari, ketika hidup semakin keras.

Tertawa mengendurkan puluhan otot wajah, sehingga kendur, dan air muka tampak terang sejahtera. Sebaliknya kurang tertawa, atau tidak bisa tertawa, kedua sudut bibir semakin turun. Sekarang semakin banyak kita bertemu dengan wajah bermuram durja begini. Wajah yang kedua sudut bibirnya turun.

Hidup yang singkat ini begini indah. Sayang kalau terus bermuram durja. Selain bikin kita lekas menua, kurang tertawa bikin kita tampak kurang sejahtera, kurang bugar. Dunia di mana-mana negara mengejar indeks happines yang tinggi. Tidak perlu negara kaya raya, negara adikuasa, atau negara besar, tapi komitmen untuk mengisi hidup dengan yang indah-indah, yang bikin hati ayem, yang bikin kita merasa sejahtera.

Selain mengendurkan seluruh otot wajah, tertawa juga meningkatkan hormon kebahagiaan endorphine. Kita perlu sering tertawa untuk sehat, selain barangkali bisa membantu mengendurkan ketegangan, keresahan, kedukaan, dan perasaan duka lara yang sedang kita alami. Hidup yang bergembira, yang penuh suka cita menentramkan selain menguatkan sistem imun tubuh.

Efek masa pandemi Covid yang lalu bikin kita semua susah, resah, dan tertekan. Untuk meredamnya, tertawa sangat dibutuhkan.

Tertawa tidak datang sendiri, tapi harus kita cari. KIta bisa memperolehnya dari menyaksikan film Charlie Chaplin, atau dagelan, atau stand-up comedy. Bisa juga dengan membaca buku Mati Ketawa Cara Rusia, dan orang Sunda banyak menyimpan cerita lucu, cerita bodor ala Si Kabayan.

Tertawa yang sehat itu termasuk menertawakan diri sendiri. Sense of humor paling tinggi itu kalau kita bisa menertawakan diri sendiri. Pada ketika kita sudah semakin mengenal seberapa polos diri kita, kita yang tanpa bersandiwara, yang tanpa jaga image.

Bukan saja perlu tertawa. Hidup menjadi indah kalau kita juga rajin tersenyum. Untuk itupun kita perlu latihan tersenyum. Berusahalah selalu tersenyum kepada siapa saja. Senyuman kita memantulkan balik rasa sejahtera, selain orang lain yang disenyumi merasa nyaman. Wajah kita mendapat bonus bukan wajah yang lekas tua, yang penuh kerutan, melainkan air muka yang jernih menenteramkan.

Filosofi tertawa ternyata terungkap pula dalam trilogi kata Bahasa Inggris, yang terdengar serupa saat diucapkan, yakni laugh-love-live: tertawa-cinta-hidup.

Kita tertawa karena kita masih hidup, masih belum mati. Kalau kita tidak tertawa mungkin hidup kita sudah mati. Kita cuma robot. Demikian pula halnya dengan cinta. Cinta mekar dan tidak memar karena kita masih hidup, dan karena cinta kita juga menjadi tertawa. Tertawa, cinta, dan hidup satu paket menuju hidup yang indah. Baru tahukah Anda kalau hidup ini indah?

Ayo biasakan tertawa setiap ada kesempatan. Tertawa seorang diri di depan umum memang terkesan aneh, dan mungkin kita bisa digiring ke rumah sakit. Tapi tertawa harus disikapi sebagai hal yang sungguh perlu. Tertawa juga memantulkan energi positif.

Tertawa di mata medik meningkatkan hormon endoprhine yang menambah rasa bahagia kita. Demikian halnya hormon endorphine sama bisa meningkat pula sehabis berhubungan seks. Maka kalau Anda sedang malas hubungan seks, tertawa sajalah, hasilnya akan sama.

Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul

Jalan Kaki Menjinakkan 9 Penyakit (1)

handrawan nadesul

About Dr Handrawan Nadesul